<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>abgsexy.com</title>
	<atom:link href="http://abgsexy.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abgsexy.com</link>
	<description>abg sexy,abg hot,abg bugil,toge,montok,imut,seleb sexy,syur,foto hot,foto sexy,telanjang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 17:46:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
		<item>
		<title>Sinopsis City Hunter Episode 1- 20 Terakhir Lengkap</title>
		<link>http://abgsexy.com/sinopsis-city-hunter-episode-1-20-terakhir-lengkap/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/sinopsis-city-hunter-episode-1-20-terakhir-lengkap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 17:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gosip Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Artis Korea]]></category>
		<category><![CDATA[Ayah]]></category>
		<category><![CDATA[Balas Dendam]]></category>
		<category><![CDATA[Bernama]]></category>
		<category><![CDATA[City Hunter]]></category>
		<category><![CDATA[Gosip Artis Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Kembali Ke]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Asmara]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Politisi Busuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pyo]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia]]></category>
		<category><![CDATA[Senjata]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<category><![CDATA[Sung Lee]]></category>
		<category><![CDATA[Tangguh]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=32e43ba79d170e6ffe1b6d29da1cd4b7</guid>
		<description><![CDATA[City Hunter Adalah Sebuah serial drama yang dibintangi  Lee Min-ho dan Park Min Young Serta Jajaran artis Korea Loinnya. kisah drama Korea ini berkisar pada tokoh City Hunter yang hendak menuntut balas dendam kepada pihak yang telah menghancurkan kelua...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://1.bp.blogspot.com/-FRBmLamtyvE/TzS2l1pXx1I/AAAAAAAAAVE/6UipLfKKD1s/s320/city-hunter.jpg" alt="City Hunter Episode terakhir" style="float:left;margin:0px;cursor: pointer;" width="295"><b>City Hunter</b> Adalah Sebuah serial drama yang dibintangi  Lee Min-ho dan Park Min Young Serta Jajaran artis Korea Loinnya. kisah drama Korea ini berkisar pada tokoh City Hunter yang hendak menuntut balas dendam kepada pihak yang telah menghancurkan keluarganya.<br /><br />Dendam tokoh City Hunter yang bernama Lee Yoon-sung (Lee Min-ho) ini bahkan telah dimulai sebelum ia lahir. Dimulai sejak 27 tahun lalu ketika Park Moo-yul, ayah Lee Yoon-sung bersama pasukan elit Korea tewas dibunuh oleh pasukan negaranya sendiri demi menutupi rahasia lima politisi busuk. Rekan Park,  Lee Jin-pyo merupakan satu-satunya yang selamat. Ia bertekad membalas dendam kepada lima politisi yang mengkhianati mereka.<br /><br />Untuk itu, Jin-pyo tega menculik Lee Yoon-sung yang baru lahir dari ibunya dan membawanya ke pegununganThailand dimana Jin-pyo menjadi gembong narkoba. Jin-pyo yang juga menjadi ayah angkat Yoon-sung mendidik sang putra angkatnya dengan keras agar menjadi pria tangguh dalam pertarungan senjata dan tangan kosong. Tidak hanya itu, Yoon-sung dikirim ke MIT di Amerika untuk belajar teknologi informasi yang kelak digunakan sebagai alat balas dendam.<br /><br /><center><img src="http://3.bp.blogspot.com/-k1FyyRNxqr8/TdNHvYYkz1I/AAAAAAAABaQ/uIYP4ei5W6I/s500/City-Hunter2.jpg" alt="Sinopsis City Hunter Episode 1- 20 Terakhir Lengkap" width="500"></center><br /><br />Akhirnya Lee Yoon-sung kembali ke Korea dan berhasil menjadi anggota tim IT Blue House (istana kepresidenan Korea). Ia memanfaatkan posisinya di sana untuk rencana pembalasan dendam kepada kelima politisi tersebut. Sebelumnya ia telah diperingatkan ayah angkatnya, agar tidak jatuh cinta kepada wanita agar tidak menghalangi pembalasan dendam. Namun cinta tak dapat ditolak karena ia jatuh cinta kepada Kim Na-Na (Park Min-young) yang merupakan pengawal Blue House.<br /><br />Seperti apa pembalasan dendam Lee Yoon-sung ini alias City Hunter ini? Bagaimana pula kisah asmara Yoon-sung dengan Kim Na-na itu?<br /><br /><center><font size="5" face=""><a href="http://iphototv.blogspot.com/2012/02/sinopsis-lengkap-city-hunter-episode-1.html" >Cerita Sinopsis Lengkap City Hunter Episode 1 - 20 Drama Korea</a> </font></center><div class="blogger-post-footer">Kunjungi 
lainnya di <a href="http://gosipboo.blogspot.com">Gosip Artis Terbaru</a> 
di http://gosipboo.blogspot.com<img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6465829891542253619-149524648773700906?l=gosipboo.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/sinopsis-city-hunter-episode-1-20-terakhir-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>Beredar Foto Johnny Depp di Jakarta</title>
		<link>http://abgsexy.com/beredar-foto-johnny-depp-di-jakarta/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/beredar-foto-johnny-depp-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 17:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gosip Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Aktris]]></category>
		<category><![CDATA[Akun]]></category>
		<category><![CDATA[Artis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Asli]]></category>
		<category><![CDATA[Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Hot]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Johnny Depp]]></category>
		<category><![CDATA[Gosip Artis Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Heboh]]></category>
		<category><![CDATA[Hotel Di Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jkt]]></category>
		<category><![CDATA[Johnny Dep]]></category>
		<category><![CDATA[Johnny Depp]]></category>
		<category><![CDATA[Knp]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Nelp]]></category>
		<category><![CDATA[Pirates Of The Caribbean]]></category>
		<category><![CDATA[Titi]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=5ac0b19f4938fb2cf5cfff8ed6b33985</guid>
		<description><![CDATA[Beredar Foto Johnny Depp di Jakarta - Kehebohan dimulai saat salah satu pengguna jejaring sosial twitter mem-posting fotonya bersama pria yang mirip bintang film 'Pirates of the Caribbean' itu. Sontak foto-foto itu pun langsung menghebohkan para penggu...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<b>Beredar Foto Johnny Depp di Jakarta</b> - Kehebohan dimulai saat salah satu pengguna jejaring sosial twitter mem-posting fotonya bersama pria yang mirip bintang film 'Pirates of the Caribbean' itu. Sontak foto-foto itu pun langsung menghebohkan para pengguna Twitter lainnya. Kabarnya foto itu diambil di salah satu hotel di Jakarta. Benarkah itu asli <b>Johnny Depp?</b><br /><br />Beberapa artis Indonesia juga ikut heboh dengan <b>foto-foto Foto Johnny Dep</b>p itu. Mereka pun ramai-ramai berkicau menanyakan kebenaran kabar tersebut.<br /><br />Presenter Cathy Sharon pun ikut bertanya-tanya apakah benar bintang film 'The Tourist' itu ada di Jakarta. Tak hanya Cathy, aktris Titi Sjuman juga sempat terkejut dengan kabar datangnya Johnny Depp ke Jakarta.<br /><br /><center><img src="http://4.bp.blogspot.com/-25pMYmH-eVw/T0UajQrLNVI/AAAAAAAANP0/ojepWQON3bo/s1600/johny.jpg" alt="" width="500"><br />Foto-foto Mirip Johnny Depp (Twitter)</center><br /><br />"Sumpah gw ga konsen reading!!! Beneran Johnny Depp di JKT??ngapain??knp dia ga nelp gw??kenapaaa?? #mungkinmaungasihsurprise *ngayal*," tulis Titi di akun Twitter-nya.<br /><br />"What?? Johnny Depp is in Jakarta?! *faint faint," sambut Cathy melalui akun Twitter-nya.<br /><br />Lalu, benarkah Johnny ke Jakarta?<div class="blogger-post-footer">Kunjungi 
lainnya di <a href="http://gosipboo.blogspot.com">Gosip Artis Terbaru</a> 
di http://gosipboo.blogspot.com<img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6465829891542253619-256274503723972072?l=gosipboo.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/beredar-foto-johnny-depp-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>[Review] k-drama Ojakgyo Brothers</title>
		<link>http://abgsexy.com/review-k-drama-ojakgyo-brothers/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/review-k-drama-ojakgyo-brothers/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 16:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Absen]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkrut]]></category>
		<category><![CDATA[Bernama]]></category>
		<category><![CDATA[Cats On The Roof]]></category>
		<category><![CDATA[Drama Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Gadis Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Mertua]]></category>
		<category><![CDATA[Jung Eun]]></category>
		<category><![CDATA[Kanak Kanak]]></category>
		<category><![CDATA[Kangen]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun]]></category>
		<category><![CDATA[Kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[Kencan Buta]]></category>
		<category><![CDATA[Menikah]]></category>
		<category><![CDATA[Pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Romance Family]]></category>
		<category><![CDATA[Ryu Soo Young]]></category>
		<category><![CDATA[Shik]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=15f9ec39476625e6575df2b1c943febc</guid>
		<description><![CDATA[Anyong?!Ayo PlayGirlz absen! Fans Ma Joon di Bread, Love and Dreams? Atau yang kangen sama Ibu Jung Eun di Cats on the Roof? Hmm, bukan itu aja, mungkin juga ada aktor lain bias kalian di ngumpul di drama romance, family ini?&#160;Yeah, check it out! O...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Anyong?!</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-H82hwooui84/T0Ua8OvQtqI/AAAAAAAAAgA/hEUHZZqkcic/s1600/800px-OJKbrothers.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/-H82hwooui84/T0Ua8OvQtqI/AAAAAAAAAgA/hEUHZZqkcic/s400/800px-OJKbrothers.jpg" width="400" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Ayo <b>PlayGirlz</b> absen! Fans <b>Ma Joon</b> di <i>Bread, Love and Dreams</i>? Atau yang kangen sama Ibu <b>Jung Eun </b>di <i>Cats on the Roof</i>? Hmm, bukan itu aja, mungkin juga ada aktor lain bias kalian di ngumpul di drama romance, family ini?&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Yeah, <i>check it out</i>! <i>Ojakgyo Brothers</i>!Kisah keluarga yang meberi rasa nano-nano. Manis, asam, asin. Dingin dan hangat. Kecewa dan Pemaafan. Mencintai dan kerelaan melepaskan. Semuanya bisa kita dapatkan dalam drama ini.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Yuk kita cek para kastingnya.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><b>Uee as Baek Ja Eun&nbsp;</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-dDs_03Nbx08/T0UbEALzhGI/AAAAAAAAAgI/4S2AT-hAfC8/s1600/Uee-O.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-dDs_03Nbx08/T0UbEALzhGI/AAAAAAAAAgI/4S2AT-hAfC8/s320/Uee-O.jpg" width="213" /></a></div><div style="text-align: justify;">Seorang gadis muda sombong yang hanya percaya pada kecantikannya dan amarahnya sangat mudah tersulut. Ketika ayahnya bangkrut dan melarikan diri, ia menemukan surat warisan sebuah kebun yang luas. Itulah awal pertemuan Ja Eun dengan keluarga Ojak yang akan mengubah hidupnya, juga hidup keluarga Ojak.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><b>Kim Ja Ok as Park Bo Ja (Ibu Ojak)</b>&nbsp;</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-yiqd-DtNT0E/T0UbL70KSHI/AAAAAAAAAgQ/9vPILp9sIRY/s1600/PBJ.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-yiqd-DtNT0E/T0UbL70KSHI/AAAAAAAAAgQ/9vPILp9sIRY/s320/PBJ.jpg" width="212" /></a></div><div style="text-align: justify;">Sejak menikah ia mengurus kebun Ojak milik suaminya sambil mengurus Ibu mertua dan 4 orang anak lelakinya dengan tangannya sendiri. Siapa sangka seorang gadis muda mengklaim bahwa kebun itu miliknya. Park Bo Ja berusaha mempertahankan kebun tersebut dengan mencuri surat wasiat tersebut, namun sebuah takdir menanti Park Bo Ja di depan&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><b>Jung Woong In as Hwang Tae shik&nbsp;</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-5aVtu3sUA2s/T0UbSqiSDQI/AAAAAAAAAgY/LCd0OacK8OY/s1600/HTS.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-5aVtu3sUA2s/T0UbSqiSDQI/AAAAAAAAAgY/LCd0OacK8OY/s320/HTS.jpg" width="251" /></a></div><div style="text-align: justify;">Anak pertama, seorang dokter fisioterapis yang belum menikah di usianya yang sudah melewati masa untuk menikah. Keluarganya selalu mengusiknya karena hal itu dan Ia sering menjalani kencan buta dan akhirnya menemukan pasangan idaman yang cantik dan muda. Namun tanpa disangka pasangan kencan satu malamnya di Filipina mengirimkan seorang anak, bernama Noodle.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><b>Ryu Soo Young as Hwang Tae bum&nbsp;</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-8aRyrDZp8CY/T0UbYXFAqLI/AAAAAAAAAgg/hAUMj7ZUqUo/s1600/HTB.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-8aRyrDZp8CY/T0UbYXFAqLI/AAAAAAAAAgg/hAUMj7ZUqUo/s320/HTB.jpg" width="212" /></a></div><div style="text-align: justify;">Anak kedua, seorang reporter, dan anak kebanggaan keluarga. Karena ia penurut dan selalu berprestasi sejak kanak-kanak. Tae Bum terlibat hubungan satu malam dengan bosnya sehabis mereka berdua minum dan wanita itu hamil. Inilah pertama kalinya tae Bum mengecewakan orang tuanya.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><b>Moon Joo Won as Hwang Tae Hee&nbsp;</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-u5v7aWyOJWk/T0Ubep6lojI/AAAAAAAAAgo/DqGUvb6hvIc/s1600/HTH.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-u5v7aWyOJWk/T0Ubep6lojI/AAAAAAAAAgo/DqGUvb6hvIc/s320/HTH.jpg" width="213" /></a></div><div style="text-align: justify;">Anak ketiga, favorit nenek. Tae Hee sebenarnya sepupu ketiga Ojak brother. Sejak kecil Ayahnya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan, sementara Ibunya menikah lagi dan meninggalkannya.makanya Ia memanggil pamannya, ayah. Karena sejak kecil sudah dibesarkan seperti anak sendiri. Tae Hee adalah seorang detektif. (<i>He's Hottie with 5 o'clock shadow around his lips and chin, right?!</i>)</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><b>Yun Woo Jin as Hwang tae Pil&nbsp;</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-CEp3ZulG7Wc/T0UcxKH73SI/AAAAAAAAAhA/dg_yY72yhk4/s1600/Yeon_Woo_Jin_actor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-CEp3ZulG7Wc/T0UcxKH73SI/AAAAAAAAAhA/dg_yY72yhk4/s320/Yeon_Woo_Jin_actor.jpg" width="213" /></a></div><div style="text-align: justify;">Anak keempat. Ia keluar dari kerja paruh waktu dan menjadi pengangguran. Namun merahasiakan hal itu dari Ibunya. Tae pil sangat kekanak-kanakan dan tidak mau memanggil Tae Hee “Hyung”. Ia gemar mendekati wanita kaya dengan berpura-pura menjadi polisi menggunakan kartu Tae Hee. Tae Hee mengancam akan memberitahukan Ibu jika Tae Pil tidak kembali kerja. Tae Pil mengatakan bahwa Tae Hee bukan abang kandungnya.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><b>Choi Jung Yoon as Cha soo Young&nbsp;</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-qpskSLRox8w/T0UbzGy1CXI/AAAAAAAAAgw/SJWiWCQjlJc/s1600/CSY.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-qpskSLRox8w/T0UbzGy1CXI/AAAAAAAAAgw/SJWiWCQjlJc/s320/CSY.jpg" width="213" /></a></div><div style="text-align: justify;">Atasan Tae Bum yang sudah lama naksir Tae Bum karena ketampanannya dan kemampuannya untuk mendongrak sebuah berita sehingga menjadi top news. Mereka berdua terjebak hubungan satu malam yang menyebabkan Soo Young hamil.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><b>Jung Suk Won as Kim Je Ha&nbsp;</b></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-xPSvdt1QlkA/T0UcRZiyLqI/AAAAAAAAAg4/LeuIDIWIEUE/s1600/Kim+jeHa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-xPSvdt1QlkA/T0UcRZiyLqI/AAAAAAAAAg4/LeuIDIWIEUE/s320/Kim+jeHa.jpg" width="199" /></a></div><div style="text-align: justify;">Anak angkat dari Ibu kandung Tae Hee setelah pernikahannya yang kedua. Ia kembali ke Korea untuk urusan bisnis dan memberikan peninggalan dari Ibu Tae Hee yang telah meninggal. Kim Je Ha senang mengusili Hwang Tae Hee, namun ia sebenarnya pria yang baik dan kesepian.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-ED2yAcbXwWg/T0Uc7hU1YyI/AAAAAAAAAhI/lN94tnngNco/s1600/Ojakgyo-Brothers05.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-ED2yAcbXwWg/T0Uc7hU1YyI/AAAAAAAAAhI/lN94tnngNco/s320/Ojakgyo-Brothers05.jpg" width="221" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Karakter Lainnya :</div><div style="text-align: justify;"><b>Hwang/Ojak Family</b>&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Kim Yong Rim as Madam Shim (Nenek Ojak)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Baek Il Sub as Hwang Chang Shik (ayah Ojak)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Park hee Gun as Hwang Guk Soo (Taesik child)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Baek Family&nbsp;</b></div><div style="text-align: justify;">Lee Young Ha as Baek In Ho&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Jo Mi Ryung as Jung Yoon Sook (Ibu tiri Ja Eun)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Cha Family&nbsp;</b></div><div style="text-align: justify;">Kim Yong Gun as Cha Hyun Jae&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Park Joon Geum as Nam Yeo Kyung (Ibu)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Song Sun Mi as Nam Yeo Wool (bibi)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Other people</b>&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Jung Mi Sun as Kim Mi Sook&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Yoon Joo Hee as ye jin&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Ye Seo Jin as Seo Jin&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Heo Tae Hee as Choi Hyun Wook&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Jung Joo Ri as kencan buta (cameo)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Kim Kyung jin as returning student (cameo)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">???? as Oh ha Na&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Penghargaan</b>&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Penghargaan 2011 drama&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">KBSExcellence Award for Serial Drama, Actress (Kim Ja Ok)</div><div style="text-align: justify;">Excellence Award&nbsp;Supporting Actor (Jung Woong In)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Newcomer Actor Award (Joo Won)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Newcomer Actress Award (Uee)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Best Couple Award (Ryu Soo Young and Choi Jung Yoon)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Child Actor Award (Park Hee Gun)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Writer Award (Lee Jung Sun)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><b>Review</b>:</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-gU9L3ZG6xPo/T0UdPtrBJCI/AAAAAAAAAhY/VUI7KOi9C6U/s1600/ec98a4ec9e91eab590-ed9895eca09ceb93a4-e58-end-120219-hdtv-xvid-hanrel00691110-04-52.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="180" src="http://1.bp.blogspot.com/-gU9L3ZG6xPo/T0UdPtrBJCI/AAAAAAAAAhY/VUI7KOi9C6U/s320/ec98a4ec9e91eab590-ed9895eca09ceb93a4-e58-end-120219-hdtv-xvid-hanrel00691110-04-52.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Tidak mengherankan kalau drama ini meraih banyak penghargaan dan mencapai rating hampir 40%, karena aktingnya yang solid dan penulisan plot yang stabil. Satu kata setelah menyaksikan ending Ojakgyo Brothers : kehangatan. OB menyajikan dengan apik kehangatan berada dalam sebuah keluarga. Drama ini terlihat nyata.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Setiap karakter dalam drama ini adalah manusia. Mereka melakukan kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Menonton drama ini serasa kita tinggal di dalamnya. Karena banyak scene yang juga terjadi di dunia nyata. Dan makin menyadari betapa berartinya keluarga dibalik pertengkaran-pertengkaran kecil.&nbsp;</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-ADZhkKvvniQ/T0UdHx76ZZI/AAAAAAAAAhQ/GRV_FT8Vc24/s1600/ojakkyo3-00697.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="180" src="http://2.bp.blogspot.com/-ADZhkKvvniQ/T0UdHx76ZZI/AAAAAAAAAhQ/GRV_FT8Vc24/s320/ojakkyo3-00697.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Akhirnya Hwang Tae Hee dan Baek Ja Eun menikah, yay! <i>What a lovely scene as if they made for each other, of course the other couple does</i>. Dan yang paling penting adalah Ibu Hwang dan Baek Ja Eun resmi menjadi anak-menantu. Mereka layak menerimanya setelah diuji berbagai masalah.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Masing-masing karakter mengalami fase perubahan mereka. Hwang Tae Shik sebagai seorang anak pertama yang tidak begitu bertanggung jawab, kemudian tiba-tiba menjadi seorang ayah dan harus bertanggung jawab. Ia melakukan sebuah proses dan kini sebagai seorang calon suami.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Hwang Tae Bum yang sulit melupakan cinta pertama, terlibat <i>one-night-stand </i>dengan atasannya dan harus menerima bahwa ia harus menjadi seorang wanita yang tidak dicintai dan anak yang tidak diharapkan ditambah mertua yang terlalu ikut campur.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Hwang tae Hee, karakter yang paling bertanggung jawab namun sebenarnya menyimpan beberapa emosi dihati yang tidak dikeluarkannya. namun, semua emosi yang menyebabkan lubang dihatinya mendadak penuh semenjak bertemu Ja Eun.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Dan yang terakhir adalah Hwang tae Pil, si bungsu yang perkataannya tidak didengar karena tingkah lakunya yang kekanak-kanakan dan gemar memacari noona-noona tajir. Ia yang sangat tidak dewasa akhirnya jatuh cinta dan tidak jauh-jauh. Pada seorang noona-noona kaya, yang tidak lain dan tak bukan adalah Bibi dari Soo Young, istri hyungnya. Oh! Trouble!&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><br /><div style="text-align: justify;">Endingnya memuaskan!&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Baek Ja Eun tidak salah mendahulukan pernikahannya, karena semua impiannya terkabul. Tinggal bersama ayahnya dengan suami tersayang dan melanjutkan kuliahnya bersama Hwang tae Hee.&nbsp;</div><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Hwang tae Shik akhirnya menemukan keluarga sejatinya. Gadis itu memang tidak muda. Tapi Ia cantik dengan caranya sendiri. Dan mereka berdua telah memiliki sepasang anak. Kim Mi Sook wanita yang sederhana dan tipe istri ideal. Dia juga akan menjadi Ipar tertua yang baik.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Hwang tae Bum menjadi ayah! Selamat! Sekarang masalah baru akan menyambut. Bagaimanapun menikah adalah kuburan kebahagiaan. *mengutip pidato pernikahan Ibu HwangHwang&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Tae Pil dan Yeo Wool berpisah. Akan aneh kalau seluruh endingnya berakhir bahagia. Tapi perpisahan mereka juga adalah sikap yang bertanggung jawab. Tae Pil masih terlalu muda dan belum menemukan jati dirinya. Tapi dengan bertemu Yeo Wool, memotivasinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Salut untuk Yeo Wool yang menyikapinya dengan dewasa. Gak heran karena Yeo Wool memang sudah dewasa. Anis harap mereka berdua berbahagia pada akhirnya..:)&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Judul drama ini memang Ojakgyo Brothers. Tapi, bagi anis pemeran utamanya adalah Para wanita di Ojakgyo Brothers. Bagaimana Ja Eun akhirnya menemukan keluarga sejatinya, lengkap dengan seorang Ibu yang mengusap perutnya ketika menstruasi – Ibu yang akhirnya menemukan menantu yang seperti anak perempuan kandungnya, berbelanja bersama dan berada dipihaknya dalam keadaan apapun dan akhirnya satu kata berarti yang diucapkan nenek setelah 40 tahun omelan-omelannya kepada Ibu Hwang,”kau telah bekerja keras.!”&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Dan drama ini diakhiri dengan ibu yang menghirup udara musim semi, siap bekerja di kebunnya. Ya, kini Ojak Farm resmi dimiliki atas nama Park Bo Ja. Ibu dari Ojakgyo Brothers. Pemeran utama kisah ini.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-eYHWwuZKH0k/T0UdXKA_DkI/AAAAAAAAAhg/bVXqyCI8obs/s1600/ec98a4ec9e91eab590-ed9895eca09ceb93a4-e58-end-120219-hdtv-xvid-hanrel05269211-09-22.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="180" src="http://4.bp.blogspot.com/-eYHWwuZKH0k/T0UdXKA_DkI/AAAAAAAAAhg/bVXqyCI8obs/s320/ec98a4ec9e91eab590-ed9895eca09ceb93a4-e58-end-120219-hdtv-xvid-hanrel05269211-09-22.jpg" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;">Ah ya, apa kabar Jung Seok Won? Ups..Kim Je Ha?He got word “Hyung” from text. Ending yang manis untuk bromance antara Tae Hee dan Je Ha.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Notes: Terima kasih pada setiap Ibu! U Rock!&nbsp;</div><blockquote class="tr_bq"><i>it’s not easy to make food for someone else. when you cook, you need fire, rice, and water, but more than that you need love and care. after eating that meal, some grow taller, some get energy, some get comforted. that you were able to grow like this pretty and healthy, it’s cuz your mom took care to make your food. dont you think. that’s how I think. </i>– Soo Young from Ojak&nbsp;</blockquote><div style="text-align: justify;">Source: <a href="http://www.koreandrama.org/?p=9505">koreandrama</a>, <a href="http://wiki.d-addicts.com/Ojakgyo_Brothers">d-addicts</a>&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Picture : <a href="http://soulsrebel.wordpress.com/">Cadence</a>&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Author :<a href="http://vanilaeru.blogspot.com/"> jjangnisa@</a>&nbsp;<a href="http://pelangidrama.net/">pelangidrama.net</a></div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5071923018739955061-6336378572765200225?l=www.pelangidrama.net' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/review-k-drama-ojakgyo-brothers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>[Sinopsis J-Drama] Kurosagi Episode 5</title>
		<link>http://abgsexy.com/sinopsis-j-drama-kurosagi-episode-5/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/sinopsis-j-drama-kurosagi-episode-5/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 13:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Arah]]></category>
		<category><![CDATA[Bernama]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Teh]]></category>
		<category><![CDATA[Jelas]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kesal]]></category>
		<category><![CDATA[Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Kurosaki]]></category>
		<category><![CDATA[Lanjut]]></category>
		<category><![CDATA[Macam]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Malah]]></category>
		<category><![CDATA[Namun]]></category>
		<category><![CDATA[Perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragu]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah]]></category>
		<category><![CDATA[Sering]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<category><![CDATA[Swindler]]></category>
		<category><![CDATA[Tsukemono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=336d7239f958b43244e3a5491ceb8248</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia ini ada 3 macam penipu. Pertama orang yang menipu uang korbannya bernama Shirosagi (white swindler), kedua menipu dengan kecantikannya (memanipulasi perasaan si korban) yaitu Akasagi (red swindler), terakhir adalah penipu yang menjadikan shiro...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><div style="font-style: italic; text-align: center;">Di dunia ini ada 3 macam penipu. Pertama orang yang menipu uang korbannya bernama Shirosagi (white swindler), kedua menipu dengan kecantikannya (memanipulasi perasaan si korban) yaitu Akasagi (red swindler), terakhir adalah penipu yang menjadikan shirosagi dan akasagi sebagai ‘sumber makanannya’, penipunya para penipu dalam sejarah namanya adalah Kurosagi (black swindler)</div><br /><div style="font-weight: bold; text-align: center;">- Kurosagi Episode 5 -</div><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode522.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode522.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara mendatangi restoran milik Katsuragi. Awalnya ia agak ragu dan canggung masuk ke restoran tersebut, namun Katsuragi menyambutnya ramah dan menawarkan kopi untuk Tsurara. Setelah berbasa-basi dengan Katsuragi, Tsurara akhirnya menanyakan tentang Kurosagi pada Katsuragi. “Sepertinya pemilik rumah tempat saya tinggal sering datang kemari,“kata Tsurara. “Pemilik rumah?”tanya Katsuragi. “Dia bernama Kurosaki-san,“jelas Tsurara. “Saya pernah melihat dirinya masuk ke sini sebelumnya,“lanjut Tsurara.<br /><br />Sementara itu Kurosagi mendengarkan semua pembicaraan antara Tsurara dan Katsuragi di belakang Tsurara. Ia memandang kesal ke arah Tsurara dan menganggap Tsurara selalu ikut campur kehidupannya. Katsuragi tidak menanggapi perkataan Tsurara namun malah menawarkan Tsukemono (acar Jepang) pada Tsurara.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode534.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode534.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode535.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode535.jpg" width="200" /></a></div>Tsurara mencoba mencicipinya dan memberi komentar terhadap rasanya. Ia lalu memberi masukan untuk menambahkan beberapa daun teh di dalamnya. “Benarkah?“tanya Katsuragi. Katsuragi lalu bergegas mencari daun teh untuk ditambahkannya pada makanan yang dibuatnya. Tsurara kembali membicarakan Kurosagi pada Katsuragi. “Apakah kau bersahabat dengan pemilik rumahmu?”tanya Katsuragi. “Tidak, kami hanya pemilik rumah dan penyewa,“jawab Tsurara. “Apakah Tenchou-san mengenalnya dengan baik?”lanjut Tsurara. “Aku telah mengenalnya sejak lama,“jawab Katsuragi. “Bahkan seseorang seperti dia memiliki karakter tersendiri“.<br />“Eh?”.<br />“ Karena dia selalu sendiri,”jelas Tsurara.<br />“Mengapa kau khawatir tentang dia? “tanya Katsuragi.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode5.jpg"><img alt="" border="0" height="212" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode5.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara meninggalkan restoran Katsuragi dan diantar oleh Hayasa. Tsurara berpamitan pada Hayasa “Gokurousama“. Hayasa memandang Tsurara yang berjalan menjauh dengan tatapan tidak suka.<br /><br />Di dalam ruangan, Kurosagi berbicara dengan Katsuragi. “Apa yang terjadi?”tanya Kurosagi. Karena Katsuragi tetap tidak mau menanggapi perkataannya maka iapun menambahkan, “aku tidak ada hubungannya dengan orang itu “. Katsuragi masih sibuk menambahkan daun teh ke dalam adonannya dan menimpali perkataan Kurosagi, “maka tidak ada alasan untuk membuatmu marah “. Kurosagi terlihat kesal dengan jawaban Katsuragi.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode537.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode537.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode536.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode536.jpg" width="200" /></a></div>Kurosagi berjalan pulang ke rumahnya. Saat berjalan, ia tersandung tangga hingga hampir jatuh. Saat akan naik, ia melihat kucingnya berdiri di tangga seperti sedang menantinya pulang. Kurosagi mendekatinya. Ia lalu duduk sambil berbicara dengan kucing miliknya. Tsurara yang baru pulang melihat Kurosagi sedang duduk dan berbicara dengan kucingnya. Ia mendengarkan semua perkataan Kurosagi dan bersembunyi.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode51.jpg"><img alt="" border="0" height="212" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode51.jpg" width="400" /></a></div>Esok harinya di kampus, Tsurara sedang menggambar Kurosagi saat Yukari menelepon temannya. Mereka sedang membicarakan tentang apakah teman Yukari sedang jatuh cinta atau tidak dengan membuat tiga lingkaran untuk menjadi tanda sedang jatuh cinta. Tsurara mendengarkan obrolan Yukari dan mengikutinya diam-diam. Tanpa sadar, ia juga membuat tiga lingkaran di sebelah gambar Kurosagi. (wah..wah.). “Jika ketiganya benar maka pastinya itu cinta,”kata Yukari. Tsurara terdiam melihat lingkaran yang telah ia buat. Saat Yukari menutup telepon dan mendekati Tsurara, ia bergegas menutup gambarnya agar tidak ketahuan Yukari. Yukari menceritakan temannya dan berkata jika ia memikirkannya sejak awal bukankah itu cinta.<br />“Benarkah seperti itu”tanya Tsurara.<br />“Apa yang kamu khawatirkan”tanya Yukari heran.<br />“Tidak ada”jawab Tsurara. Yukari justru semakin menggoda Tsurara. “Kalau dipikir, apakah kau pernah jatuh cinta, Tsurara? aku bahkan tidak pernah melihat seorang pria di sekitarmu. Jangan-jangan kau bahkan belum pernah merasakan cinta pertama,“kata Yukari. Tsurara menyangkal apa yang dikatakan Yukari, namun Yukari terus mendesak Tsurara. Yukari melihat Tsurara ragu menjawab pertanyaannya. Ia lalu berteriak ke seluruh teman-temannya dan mengatakan bahwa Tsurara belum pernah kissing hingga saat ini (lah emang harus ya, ga juga kan, hehe..). Tsurara marah pada Yukari dan memintanya diam. Namun teman-temannya terlanjur mendengarnya dan menertawakan dirinya. Tsurara pulang dengan perasaan yang campur aduk karena dipermalukan.<br /><br />Sementara itu, Kurosagi kita sedang menikmati makannya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Hayasa menelepon dan memintanya datang ke restoran karena Katsuragi ingin bertemu dengannya.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode538.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode538.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode539.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode539.jpg" width="200" /></a></div>Tsurara berjalan pulang. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya. Tsurara tertegun melihat orang yang memanggilnya, namun ia segera berlalu. Orang itu lalu menahan Tsurara untuk berbicara. Tsurara bertanya mengapa ia berada di sini. Ternyata orang tersebut adalah ayahnya. Ayahnya berkata apakah seorang ayah membutuhkan alasan untuk bertemu dengan putrinya. Tsurara mempermasalahkan darimana ayahnya mendapatkan uang untuk datang ke Tokyo. Sepertinya hubungan antara Tsurara dan ayahnya tidak harmonis, hmm let’s wait and see. Ayahnya membela diri dan mengatakan bahwa ia memiliki uang untuk datang ke Tokyo. Tsurara tidak percaya dan mengira ayahnya meminjam uang dari ibunya lagi. Ayah Tsurara membantah perkiraan Tsurara, namun Tsurara tetap pada pendiriannya. Ia meminta ayahnya pulang saja ke rumah. Ayahnya berkeras ingin bertemu dengannya dan meminta agar mereka berdua minum teh bersama.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode52.jpg"><img alt="" border="0" height="210" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode52.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara akhirnya duduk berdua dengan ayahnya di sebuah cafe. Ayah makan dengan lahap, sedang Tsurara hanya melihat ayahnya dengan tatapan kurang suka. Setelah menyelesaikan makannya, ayahnya lalu menceritakan tentang rencananya untuk memulai bisnis di Tokyo.<br />Tsurara : “Bisnis, jadi Anda tidak mencari pekerjaan?”<br />“Tidak, aku akan membuka net shop,”jawab ayahnya. “Net Shop?”tanya Tsurara.<br />“Apa kau tidak tahu? Ini sama seperti toko lain, namun kami hanya menjual via online. Barang yang dijual di toko kami adalah barang bermerek terkenal kelas tinggi yang tidak tersedia di Jepang untuk membuat keuntungan, seperti itu. Hal ini sangat populer di kalangan wanita muda,”terang ayah Tsurara. Tsurara tetap tidak yakin dengan apa yang akan dilakukan ayahnya. Ayahnya lalu melanjutkan penjelasannya, sebenarnya dia dipekerjakan oleh orang lain. Mereka mengajari prosedur yang harus dilakukan dan menurut ayahnya hal itu tidak akan menjadi masalah. Namun tiba-tiba ayah menjadi canggung untuk berbicara. Tsurara curiga dengan maksud ayahnya selanjutnya. Kecurigaan Tsurara terbukti. Ayahnya meminta bantuan seratus ribu yen untuk investasi. Tsurara sudah muak dengan tingkah ayahnya dan ia meletakkan cangkir dengan suara keras. Ayahnya menyadari bahwa sikapnya selama ini bukanlah seorang ayah yang baik, ia hanya terus meminta uang dan membuat masalah. Namun ia selalu menyesal pada akhirnya. Tsurara memotong perkataan ayahnya, apabila ayahnya menyesal mengapa ia tidak pernah menghargai ibunya. Tsurara mengingatkan ayahnya tentang masa lalu mereka.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode521.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode521.jpg" width="400" /></a></div><b>Flashback</b><br />Tsurara memakai seragam SMU dan menunggui ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit sendirian. Sepertinya ibunya sedang sakit parah bahkan harus menggunakan oksigen. Tsurara menelepon ayahnya namun teleponnya tidak aktif.<br /><b>Flashback end</b><br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode520.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode520.jpg" width="400" /></a></div>“Ada banyak hal yang terjadi saat itu”ujar ayah Tsurara memberi alasan. Tsurara bangkit dari tempat duduknya. Sebelum pergi ia mengatakan bila ayahnya akan memulai pekerjaan baru, ia akan mendukung. Namun bila ia hanya datang karena kesulitan keuangan, ia tidak akan membantu.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode541.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode541.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode540.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode540.jpg" width="200" /></a></div>Tsurara yang sedang kesal berdiri memandangi kolam dan mulai menangis di sana. Kurosagi yang sedang melintas heran melihat dirinya berada di sana.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode53.jpg"><img alt="" border="0" height="213" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode53.jpg" width="400" /></a></div>Kurosagi telah berada di restoran Katsuragi. Mereka sedang membicarakan lawan selanjutnya. Katsuragi mulai menjelaskan lawan Kurosagi. Kali ini Kurosagi akan berhadapan dengan penipu merek. Para penipu ini menggunakan merek asing yang yang tidak dijual di toko biasa. Mereka menjualnya lewat toko online. Sebenarnya merek ini adalah merek palsu dan diklaim sebagai merk terkenal yang sengaja digunakan untuk mendapatkan keuntungan yang besar karena orang Jepang tidak bisa menolak barang bermerek. Toko online semacam ini banyak, namun kebanyakan dijalankan secara individu. Sementara bos besarnya merupakan orang yang sama. Kurosagi lalu menanyakan informasi shirosaginya, namun Katsuragi tidak memilikinya. Ia hanya memiliki info seorang karyawannya. Katsuragi menyerahkan sebuah amplop coklat berisi informasi tentang Yoshikawa Tatsuki. (tada saat dibalik terlihat foto ayah Tsurara....)<br />“Tangkap orang ini untuk menangkap bos di belakangnya. Biaya informasi kali ini sepuluh juta”kata Katsuragi. Kurosagi mengamati fotonya dan berkata bahwa wajahnya bahagia. “Dia seorang penipu sukses”lanjut Katsuragi.<br /><br />Setelah merasa semua informasi cukup, Kurosagi bergegas meninggalkan restoran milik Katsuragi. Di luar, ternyata ia diamati oleh Detektif Kashima. Kashima dan rekannya mengamati Kurosagi yang baru saja keluar dari restoran milik Katsuragi. Mereka telah menyimpulkan bahwa orang yang ada dibalik para penipu adalah Katsuragi.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode543.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode543.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode542.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode542.jpg" width="200" /></a></div>Tsurara menelepon ibunya. Mereka berbicara tentang ayahnya. Tsurara meminta agar ibunya tidak memberikan uang pada ayahnya. Namun ibunya malah meminta Tsurara untuk percaya pada ayahnya kali ini. Ibunya melihat bahwa saat ini ayahnya benar-benar tulus. Ia juga menambahkan bahwa ayahnya juga perhatian terhadap keluarga. Tsurara tetap meminta agar ibunya tidak meminjamkan uang lagi pada ayahnya.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode544.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode544.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode545.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode545.jpg" width="200" /></a></div>Tsurara dan ayahnya kembali bertemu. Kali ini Tsurara memberikan uang seperti yang diminta oleh ayahnya tempo hari. Saat memberikan uang, ia meminta ayahnya agar tidak membuat ibu kembali bersedih dan down. Ayahnya berjanji dan berkata akan menggunakan uang tersebut dengan hati-hati. Ayahnya bahkan mengulurkan jari kelingkingnya untuk berjanji dengan Tsurara. Tsurara tidak menanggapi janji ayahnya, ia mengingatkan ayahnya pada janji-janji yang pernah diucapkan ayahnya namun tidak ditepatinya. Ayah berkata kali ini, ia bersungguh-sungguh. Saat jari kelingkingnya diangkat kembali, ternyata Kurosagi mendengarkan pembicaraan mereka berdua dengan duduk di belakang mereka.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode519.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode519.jpg" width="400" /></a></div>Kurosagi pulang ke rumah dan mencari berkas penyewa apartemen miliknya. Akhirnya ia menemukannya berada di atas tumpukan uang miliknya. (wah uangnya banyak chingu, boleh minta ga ya, hehe). Kurosagi mencari berkas milik Tsurara. Setelah ketemu ia membaca data Tsurara, ayahnya bernama Yoshikawa Tatsuki, lawannya kali ini. Kurosagi berfikir dan bergumam, tentu saja ia menjadi wanita yang merepotkan.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode518.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode518.jpg" width="400" /></a></div>Pagi hari, Kurosagi memulai penyamarannya. Ia bersiap memilih penampilan akan ia kenakan untuk menemui Tatsuki.<br />Tatsuki sedang berjalan menuju kantornya. Saat akan masuk, ia berpapasan dengan Kurosagi yang berdiri di depan kantor tempat Tatsuki berada. Kurosagi memang telah menunggunya.<br />Tatsuki sedang beraktifitas seperti biasa, mengecek barang-barang yang ditawarkan di toko onlinenya. Tiba-tiba sebuah email masuk. Email itu berasal dari Kurosagi yang saat ini memperkenalkan diri sebagai Yazaki Kenzi. Ia mengajak Tatsuki untuk bertemu bersama.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode54.jpg"><img alt="" border="0" height="199" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode54.jpg" width="400" /></a></div>Yazaki memperkenalkan diri sebagai seorang manager yang mengelola barang-barang brand impor. Ia ingin bekerjasama dengan Tatsuki untuk memasarkan produknya lewat toko online milik Tatsuki. Yazaki menjelaskan barang-barangnya berasal dari Eropa dan Amerika dan ingin dipasarkan ke Jepang. Oleh karena itu, ia menjamin bahwa produk miliknya belum pernah tersedia di Jepang. Yazaki juga menyampaikan bahwa produknya memiliki konsep yang sama dengan toko online yang dikelola Tatsuki. Setelah ia mengamati berbagai toko online yang ada, ia memilih toko online River River yang dikelola Tatsuki yang menurutnya baik. Tatsuki tentu saja merasa senang, ia menjawab akan menyampaikannya pada bosnya penawaran yang diberikan Yazaki.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode55.jpg"><img alt="" border="0" height="212" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode55.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, ia telah ditunggu oleh Kurosagi di depan. Kurosagi ternyata menagih biaya sewa Tsurara bulan ini. Ia bahkan memanggil Tsurara sebagai gadis miskin. Tsurara berjanji akan membayar biaya sewa setelah ia menerima gaji sambil berjalan berlalu melewati Kurosagi. “Maaf, tapi uangmu tidak akan kembali. Aku akan menghancurkan shirosagi,”kata Kurosagi. Tsurara mendengarnya dan berbalik kembali ke arah Kurosagi sambil bertanya, “Shirosagi?”.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode546.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode546.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode547.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode547.jpg" width="200" /></a></div>“ Ayahmu,”jawab Kurosagi mantap.<br />“Apa maksudnya?”tanya Tsurara.<br />“Seperti itu, ayahmu bekerja di bawah penipu. Dia sekarang membantu seorang shirosagi untuk melakukan penipuan,“jawab Kurosagi.<br />“Namun dia berkata akan membuka sebuah toko online,”bela Tsurara.<br />“Mereka menjual tas yang seharusnya bernilai lima ribu yen dihargai lima ratus ribu yen. Toko semacam itulah yang dikelola ayahmu,“jelas Kurosagi.<br />“Kamu berbohong,”ucap Tsurara.<br />“Itu benar. Dia sendiri tidak tahu namun pasti melakukannya. Ayahmu sebelum ini melakukan penipuan juga. Bila kamu sudah mengetahuinya, kenapa kamu masih meminjaminya uang? Pemikiran naifmu menciptakan korban baru,“kata Kurosagi. Tsurara kecewa mendengar tentang ayahnya dari Kurosagi. Ia mencoba menahan tangisnya dan berlalu dari hadapan Kurosagi. Kurosagi masih berteriak pada Tsurara, “ia juga seorang pelanggar hukum pula. “<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode548.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode548.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode549.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode549.jpg" width="200" /></a></div>Tsurara membuka-buka bukunya. Di dalamnya terdapat foto dirinya saat kecil bersama dengan kedua orangtuanya. Tsurara memandangi fotonya, ia bingung dan kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh ayahnya. Ia merasa sangat kecewa dan berteriak di apartemennya. Kurosagi yang juga berada di dalam apartemennya mendengar teriakan Tsurara. Keadaannya juga tidak jauh berbeda dengan Tsurara. Ia memandangi foto keluarganya. Kenangan masa lalunya kembali melintas dalam ingatan Kurosagi.<br /><br />Katsuragi sedang membaui kopinya saat Hayasa mengajaknya berbicara. “ Tidakkah Anda berfikir Anda terlalu kejam? Anda benar-benar tidak ikut denganku besok?“kata Hayasa.<br />Katsuragi : “ Ya, bantu aku meletakkan sebuah bunga seperti biasanya. “<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode517.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode517.jpg" width="400" /></a></div>Detektif Kashima dan rekannya sedang menunggu seseorang di dalam mobil. Mereka berbincang-bincang. Tampaknya Kashima menolak dipromosikan. Detektif Kashima menanggapi hal tersebut sambil lalu. Ia merasa gosip sangat cepat menyebar. Rekannya menanggapinya dengan mengatakan bahwa Detektif Kashima merupakan orang yang populer. Kashima merasa hal itu terkait dengan masa lalunya. Rekan Kashima merasa lapar, ia ingin membeli sesuatu, namun Detektif Kashima melihat target mereka. Ternyata mereka menunggu Hayasa keluar dari restoran Katsuragi. Rekannya berkata menurut rumor, Hayasa merupakan sekretaris Katsuragi. Detektif Kashima tampak berfikir.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode56.jpg"><img alt="" border="0" height="211" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode56.jpg" width="400" /></a></div>Kurosagi kembali bertemu dengan Tatsuki. Ia memastikan toko online milik Tatsuki mau menjual barang miliknya. Tatsuki menunjukkan katalog barang-barang yang akan dijual di tokonya. Salah satu barangnya milik Yazaki, tas bermerek Minch. Yazaki memuji kemampuan Tatsuki dalam memilih barang. Tatsuki berkata bahwa mereka harus bisa mendapatkan hati para gadis muda, karena mereka biasanya tidak mau dianggap sama seperti yang lain. Oleh karena itu, sebagai produsen mereka harus bisa menampilkan sesuatu yang menarik perhatian para konsumen, khususnya para gadis muda. Yazaki memuji, ia mengatakan seharusnya Tatsuki menjadi seorang direktur. Tatsuki merasa gembira mendengar pujian Yazaki.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode57.jpg"><img alt="" border="0" height="156" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode57.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara tidak tinggal diam mendengar perkataan Kurosagi. Ia mencari lewat internet keberadaan toko online ayahnya di perpustakaan. Yuuko-senpai memberitahu apabila toko reguler maka akan ada izin usahanya serta dapat diketahui dari alamat dan nomor telepon toko tersebut. Namun bila ingin menemukan toko yang hanya menipu agak sulit.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode516.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode516.jpg" width="400" /></a></div>Yazaki dan Tatsuki akan berpisah. Sebelum berpisah, Yazaki memancing informasi dari Tatsuki dengan menanyakan tentang bos yang diceritakan Tatsuki. “Dia tidak benar-benar bos saya. Dia adalah orang yang memperkanalkan saya dengan pekerjaan ini. Dia dipanggil Goudo-san, kepala Home Door. Apakah Anda mengetahui tentang Virtual Mode? Itu merupakan jalan menuju bisnis toko internet. Dia mengelolanya dari sana,“terang Tatsuki panjang lebar. Kurosagi akhirnya mendapatkan informasi tentang Shirosaginya kali ini.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode58.jpg"><img alt="" border="0" height="135" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode58.jpg" width="400" /></a></div>Kurosagi segera mendatangi Home Dior untuk membandingkan dengan Home Dior milik Goudo. Setelah ia yakin, ia segera menghubungi Goudo. Kali ini ia memperkenalkan diri sebagai Asama, seorang penasehat toko. Goudo kurang yakin dengan Asama. Ia meminta penjelasan tentang pekerjaan penasehat toko. Asama lalu menjelaskan bahwa pekerjaannya memberikan saran kepada para pemilik toko untuk mengelola barang-barangnya. Goudo meminta contoh nyata. Asama berkata ia pernah membantu Daikanyama’s rex - san dan Beyes - san. Goudo memuji Beyes merupakan salah satu toko yang sangat fashionable (ya sepertinya Goudo mulai tertarik) . Kurosagi semakin membuat Goudo yakin, ia bahkan mengajukan kerjasama dengan toko milik Goudo. Asama menambahkan ia tertarik bekerjasama dengan Goudo lewat toko online untuk menjaring konsumen dari orang muda yang memang terbiasa menggunakan internet. Ia juga mengatakan telah menghubungi Beyes dan mereka tertarik. Goudo tertarik dengan penawaran yang dijelaskan Asama.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode550.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode550.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode551.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode551.jpg" width="200" /></a></div>Hayasa sedang berada di kompleks pekuburan. Ia sedang bersembahyang di depan nisan milik keluarganya. Diam-diam Detektif Kashima mengikuti dan memperhatikan setiap tindak-tanduk Hayasa. Sementara itu, Katsuragi berada di restorannya sedang berdiam diri sendirian.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode59.jpg"><img alt="" border="0" height="113" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode59.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara sepertinya mencari keberadaan toko online milik ayahnya. Ia mencari kesana kemari dan bertanya-tanya kepada toko-toko besar yang ia lewati tentang toko online. Namun dari semua toko yang ia datangi, tidak ada jawaban yang memuaskan. Hampir semua memberikan jawaban yang sama, tidak mengetahuinya. Tsurara benar-benar putus asa. Ia duduk di atas trotoar dan memandangi foto keluarganya sambil menangis. Tiba-tiba seorang gadis kecil datang menghampiri Tsurara dan menegurnya karena ia menangis. Gadis kecil itu meminta Tsurara berjanji padanya agar tidak menangis lagi. Saat keduanya berjanji, Kurosagi melihatnya. Ia bahkan masih memperhatikan Tsurara meskipun gadis kecil itu telah berlalu.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode552.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode552.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode553.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode553.jpg" width="200" /></a></div>Hari berganti, Yazaki mengirim barang-barang ke gudang Tatsuki. Tsurara ditelepon oleh ibunya. Ibunya cemas dengan keadaan ayahnya dan meminta Tsurara untuk menghubungi ayahnya. Tsurara menenangkan ibunya dan memastikan bahwa ayahnya baik-baik saja. Namun sepertinya yang sedang tidak baik justru ibunya. Ia terdengar batuk-batuk. Tsurara mengingatkan ibunya agar tidak terlalu bekerja keras. Ibunya justru mengatakan bila ayahnya bekerja keras, maka ia juga harus bekerja keras. Ayahnya ternyata sedang mengecek barang-barang yang dikirim Yazaki. Yazaki menjelaskan bahwa barangnya merupakan produk yang sangat terkenal di Paris.<br /><br />Kurosagi a.k.a Asama kembali bertemu dengan Goudo. Mereka berbicara tentang pembicaraan mereka berdua tempo hari lalu. Asama mengatakan bahwa barang yang akan dijual yaitu tas bermerk Minch. Goudo belum pernah mendengar tas bermerk Minch. Asama bertanya apakah ia belum pernah mendengar tas bermerk Minch, yang merupakan merk populer dari Paris. Goudo pura-pura mengenal merk Minch. Ia lantas berkata ya, aku tahu Minch. Asama berkata Beyes tertarik menjualnya dan merasa bahwa penjualan ini akan mendapatkan banyak keuntungan.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode510.jpg"><img alt="" border="0" height="113" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode510.jpg" width="400" /></a></div>Goudo menelepon Tatsuki dan mengecek tas bermerk Minch. Ia telah mencari di internet dan hanya toko milik Tatsuki yang menjualnya. Ia lalu meminta Tatsuki untuk mengirim semua tas itu kepadanya. Tatsuki menyanggupinya dan akan segera mengirimkannya pada Goudo. Goudo memuji kerja Tatsuki yang langsung mendapat barang bermerk terkenal asal Paris. Goudo lalu mengajak Tatsuki untuk bekerjasama. Goudo juga menelepon Asama untuk memberitahu bahwa ia telah mendapatkan Minch. Ia berterimakasih pada Asama karena memberitahukannya tentang Minch. Goudo berfikir ia dapat membodohi Asama.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode512.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode512.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara berada di depan kantor polisi. Ia berniat melaporkan ayahnya, namun urung dilakukan saat ia mengingat pembicaraannya dengan ayah dan ibunya. Ia pun segera pergi dari kantor polisi, namun tak sengaja ia menabrak rekan detektif Kashima. Rekan detektif Kashima itu merasa pernah bertemu dengan Tsurara namun ia lupa di mana.<br />Di dalam kantor, ia segera disambut detektif Kashima. Ia berkata menemukan sesuatu yang menarik. Mereka berdua membahas tentang Hayasa Makiko, sekretaris Katsuragi. Ternyata ayahnya dahulu merupakan seorang koki di restoran milik Katsuragi. Namun ia telah meninggal. Ia meninggal karena melindungi Katsuragi dari banyak orang yang ingin membalas dendam pada Katsuragi. Kashima berharap sedikit informasi yang mereka miliki akan sangat bermanfaat.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode528.jpg"><img alt="" border="0" height="205" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode528.jpg" width="400" /></a></div>Tatsuki dan Yazaki makan berdua di warung pinggir jalan. Tatsuki mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dengan Yazaki yang membuatnya mendapat untung besar. Yazaki mengatakan itu bukan karena dirinya, namun karena insting bisnis Tatsuki sendiri. Yazaki lalu menanyakan keluarga Tatsuki. Tatsuki bercerita ia memiliki seorang istri dan putri. Namun keduanya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan (walah, masak anak istrinya disumpahin mati, bener-bener, hahaha..)<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode529.jpg"><img alt="" border="0" height="114" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode529.jpg" width="400" /></a><br /><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode526.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode526.jpg" width="400" /></a></div>Kurosagi pulang ke rumah. Tiba-tiba Tsurara masuk ke apartemennya dan menanyakan tentang ayahnya. Tsurara ingin agar ia dapat berbicara dengan ayahnya dan memintanya untuk berhenti melakukan kejahatan. Kurosagi berkata bahwa ayahnya adalah seorang yang akan sangat bergembira walaupun ia hanya sedikit mendapatkan keuntungan. Tsurara tetap ngotot ingin bertemu dengan ayahnya. Kurosagi berkeras, bila ia ingin mencari tahu ayahnya, ia harus mencarinya sendiri. Mendengar hal tersebut, Tsurara menerobos masuk ke apartemen Kurosagi untuk mencari sendiri informasi tentang ayahnya. Kurosagi memegangi tangan Tsurara untuk menghalanginya masuk ke apartemennya. Ia lalu berkata akan memberitahu Tsurara dan menariknya keluar dari apartemennya dan ia mengelabui Tsurara. dengan mengatakan informasinya berada di dalam kotak surat. Saat Tsurara hendak mengeceknya, Kurosagi berkata tidak ada apapun dan bergegas menutup pintunya. Tsurara jelas jengkel dengan perbuatan Kurosagi.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode525.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode525.jpg" width="400" /></a></div>Ia masuk ke dalam apartemennya dan melihat gambar yang telah ia buat dan 3 lingkaran di sebelahnya. Ia lalu mencoret gambar itu dan berteriak ke arah kamar Kurosagi. Kurosagi mendengarnya namun berkata ia tidak mendengar (hahaha....). Tsurara masih kesal, ia membuka jendela dan berteriak bahwa pemilik rumah yang ia sewa adalah seorang kriminal. Yang dilakukan Tsurara jelas akan membuat gaduh. Kurosagi segera membuka jendelanya dan meminta agar Tsurara tidak berteriak-teriak. Tsurara melakukan itu agar ia dapat memperoleh informasi tentang ayahnya.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode530.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode530.jpg" width="400" /></a></div>Kurosagi berkata biaya informasi yang diminta Tsurara berharga sepuluh juta. Tsurara berkata ia akan membayarnya. Kurosagi mengingatkan, ia bahkan belum membayar sewa, haha...Akhirnya Kurosagi mengatakan apa yang dikatakan ayah Tsurara, bahwa keluarganya telah meninggal. Ia mengatakan itu untuk mendapatkan simpati. Kurosagi berkata bahwa Tsurara dan ayahnya memiliki dunia yang sama sekali berbeda. Oleh karena itu, ia tidak akan pernah bisa menyelami apapun yang ayahnya kerjakan. Ia juga mengingatkan Tsurara bahwa dirinya dan ayah Tsurara memiliki kesamaan. Oleh karena itu, ia meminta Tsurara untuk tidak lagi memberikan simpati pada dirinya karena mereka berdua berada di “dunia” yang berbeda. Tsurara terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan Kurosagi.<br /><br />Tatsuki menelepon Yazaki untuk mengatakan bahwa ia telah menerima telepon dari Goudo untuk mengirimkan tas Minch yang ada padanya. Ia mengucapkan terimakasih pada Yazaki atas kerjasama mereka. Yazaki menanggapinya biasa saja. Ternyata saat itu, ia bersama dengan Goudo. Yazaki a.k.a Asama berniat untuk membawa Goudo ke toko Beyes. Ia menelepon Beyes untuk memberitahu bahwa ia akan datang membawa barang yang telah dijanjikannya.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode531.jpg"><img alt="" border="0" height="210" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode531.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara menghubungi ayahnya saat ia bekerja. Sayang, ia tidak mendapat jawaban. Handphone ayahnya sedang tidak aktif. Ia terlihat sedih dan takut. Yukari juga berada di restoran tempat Tsurara bekerja. Ia melihat teman kerja Tsurara dan mengira ia adalah orang yang dibicarakan Tsurara. Ia memberikan saran untuk Tsurara, namun Tsurara tidak menanggapinya. Tiba-tiba ponsel Tsurara berbunyi. Ayahnya menelepon dan menenangkannya agar Tsurara tidak khawatir pada dirinya. Ia bahkan menambahkan bahwa bisnisnya semakin maju. Tsurara tidak mau mendengar apapun, ia hanya ingin mengetahui keberadaan ayahnya.<br /><br />Goudo mengunjungi Beyes. Asama memperkenalkan Goudo pada pemilik Beyes. Saat keduanya bertemu, ia pura-pura menerima telepon dan meninggalkan mereka berdua.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode555.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode555.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode554.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode554.jpg" width="200" /></a></div>Detektif Kashima sedang mempelajari latar belakang Hayasa dan Kurosagi. “Mereka berdua kehilangan orangtuanya karena Katsuragi, namun saat ini mereka berdua menjadi anak buah Katsuragi”ucap Detektif Kashima. Saat Detektif Kashima sedang mempelajari hal ini, tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari seseorang. Ternyata Kurosagi yang menelepon Kashima. Ia memberitahu tentang Shirosagi penipu merk yang sedang berada di Beyes. Detektif Kashima mengetahui bahwa yang meneleponnya Kurosagi, namun Kurosagi enggan menyebutkan namanya. Ia meminta agar kepolisian segera bertindak cepat sebelum Goudo berhasil melarikan diri. Awalnya Kashima menyangka bahwa Kurosagi sedang menipunya, ia malah menasihati Kurosagi. Namun Kurosagi bergegas menutup teleponnya setelah ia meminta agar segera menanggapi laporannya.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode532.jpg"><img alt="" border="0" height="215" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode532.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara berlari untuk menemukan ayahnya. Di tempat lain, Goudo sedang menghitung dan membayangkan besarnya keuntungan yang akan ia dapatkan. Pemilik Beyes menunjukkan tas Minch. Goudo mengatakan bahwa itu adalah tas Minch yang dipesan oleh Beyes. Ia menambahkan Minch merupakan brand terkenal asal Paris. Pemilik Beyes mengatakan bahwa ia memesan tas terkenal asal Milan bermerk Montalcino. Goudo bingung, Montalcino? apakah juga termasuk merek terkenal? Pemilik Beyes bahkan mengatakan ia telah mentransfer biaya reservasi hanya untuk merk Montalcino senilai tiga juta. Goudo semakin bingung, tiga juta?<br />Pemilik Beyes itu mengatakan ia mengikuti petunjuk dari karyawan Goudo bernama Asama. Goudo balik mengatakan bukankan Asama merupakan penasehat toko Beyes. Saat mereka mencari keberadaan Asama, justru polisi yang datang untuk menahan Goudo. Saat para polisi membawa Goudo, Kurosagi melihat mereka dari lantai atas.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode524.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode524.jpg" width="400" /></a></div>Tatsuki menghubungi Goudo, namun panggilannya tidak diangkat. Tatsuki bingung karenanya. Tiba-tiba Kurosagi mendatanginya. Ia berpenampilan sebagai Asama, membuat Tatsuki agak kebingungan melihatnya. Kurosagi memberitahu Tatsuki bahwa Goudo telah ditangkap polisi. Tatsuki bingung, bagaimana bisa? Kurosagi menjelaskan bahwa Goudo merupakan seorang penipu. Produk yang dijualnya bukan berasal dari merk terkenal namun produk imitasi yang dijual dengan harga mahal. Tatsuki tetap belum percaya. Kurosagi lalu menjelaskan bahwa Minch pun bukan merk terkenal, namun produk palsu. Tatsuki berkata ia tidak berniat untuk menipu. Kurosagi mengatakan agar menjelaskannya di depan polisi. Ia berkata akan mengembalikan uang yang ditransfer Beyes kepadanya dan menyarankan agar mengembalikan uang yang telah diperoleh Tatsuki pada para korbannya. Tsurara melihat dan mendengar semua pembicaraan Kurosagi dan ayahnya. Saat Kurosagi berbalik, ia melihat Tsurara yang ada dibelakangnya. Korosagi memandanginya lama kemudian berlalu dari Tsurara.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode523.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode523.jpg" width="400" /></a></div>Ayah Tsurara meminta maaf pada Tsurara atas semua yang telah ia perbuat. Ia berjanji akan meminta maaf pada para korbannya dan mengakui semua kesalahannya. Ayahnya berjanji pada Tsurara dan mengulurkan jari kelingkingnya tanda berjanji. Namun Tsurara yang telah terbiasa dengan janji yang diingkari ayahnya menolak janji ayahnya. Ia mengatakan ayahnya selalu berjanji namun juga selalu mengingkari janjinya. Ayahnya benar-benar menyesal. Ia merasa sedih melihat putrinya menolak dirinya. Tiba-tiba Tsurara berkata ia akan menunggu ayahnya untuk benar-benar melakukan janjinya. Ia mengingatkan ayahnya untuk selalu mengingat saat ini, mengingat perasaan ibunya dalam melakukan sesuatu hal. Ayahnya hanya menunduk malu mendengar perkataan Tsurara dan kaget saat Tsurara mengulurkan kelingkingnya. Di rumah, sepertinya ibunya juga merasakan apa yang terjadi. Ia juga mengulurkan kelingkingnya.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode556.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode556.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode557.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode557.jpg" width="200" /></a></div>Kurosagi mendatangi Katsuragi untuk menyerahkan pembayaran informasi. Ia juga berkata bahwa jika Katsuragi menggunakan kemarahan dan dendamnya untuk melakukan pekerjaan yang dilakukannya saat ini tidak akan berguna. Namun Katsuragi tidak memperdulikan apapun perkataan Kurosagi.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode558.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode558.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode559.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode559.jpg" width="200" /></a></div>Tsurara mencegat Kurosagi yang akan berjalan pulang.<br />"Okaeri"sapa Tsurara, lalu Tsurara mengajak Kurosagi berjalan di sekitar kolam tempat ia menangis. Ia menanyakan alasan Kurosagi melepaskan ayahnya. Kurosagi berkata ia tidak memiliki alasan. Tsurara jelas tidak percaya dengan perkataan Kurosagi. Ia bahkan mengingatkan Kurosagi yang pernah mengatakan akan menghancurkan para shirosagi. Kurosagi beralasan bahwa ayah Tsurara hanya merupakan pancingan untuk mengetahui siapa yang berada di belakangnya. Tsurara tetap bersikeras bahwa ayahnya juga seorang penipu. Tsurara lalu mengatakan bila ia orang jahat, ia tidak boleh setengah hati. Kurosagi bingung dengan perkataan Tsurara.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode533.jpg"><img alt="" border="0" height="113" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode533.jpg" width="400" /></a></div>Tsurara menjelaskan, ia seringkali melakukan separuh kebaikan dan kejahatan. Ia menghancurkan para penipu namun membantu korbannya, bukankah itu setengah hati namanya. Kurosagi membantah dengan mengatakan dunia mereka berbeda. Tsurara akhirnya mengakui kalau ia menyukai Kurosagi. Pengakuan Tsurara membuat Kurosagi terperangah. Dan ternyata, bukan hanya Kurosagi yang mendengar pengakuan Tsurara. Yukari ternyata juga mendengar pengakuan Tsurara.<br /><br /><div style="text-align: center;">Bersambung</div><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode527.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/KUROSAGI/Kurosagi%205/KurosagiEpisode527.jpg" width="400" /></a></div><span style="font-weight: bold;">Author Note:</span><br /><span style="font-weight: bold;">Yohana</span> : Wah, makin seru nih, konflik cinta segitiga udah dimulai. Gimana ya tanggapan Yukari? jangan sampai kelewatan bacanya ya readers. Di episode ini kita bisa melihat konflik internal di diri Tsurara terhadap ayahnya yang membuatnya memilih pendidikan di fakultas hukum. Salut buat Tsurara yang memberi kesempatan pada ayahnya untuk berubah. Ya,, manusia seringkali melakukan kesalahan namun saat ia berusaha untuk memperbaiki kesalahannya, kita harus memberi kesempatan bukan? Asal ga diulang terus-terusan ya. Itu namanya ga berubah.<br /><span style="font-weight: bold;">Ari</span> : Gomenasai piku-piku Tsurara dan Kurosagi kebanyakan, maklum YAMAKI shiper hahahaha, salut juga dengan keputusan Tsurara memaafkan ayahnya walaupun sering tidak menepati janji huehehe :P<br /><br /><div style="text-align: center;">Written by: Yohana @<a href="http://www.pelangidrama.net/">PelangiDrama</a><br />Image by: Ari @<a href="http://www.pelangidrama.net/">PelangiDrama</a><br />Shared By <a href="http://www.pelangidrama.net/">PelangiDrama.Net</a><br /><span style="color: red;">DON'T REPOST TO OTHER SITE !!!</span></div><br /></div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5071923018739955061-5082051987679333842?l=www.pelangidrama.net' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/sinopsis-j-drama-kurosagi-episode-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinopsis Heartstrings Episode 1-15 Drama Korea Lengkap</title>
		<link>http://abgsexy.com/sinopsis-heartstrings-episode-1-15-drama-korea-lengkap/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/sinopsis-heartstrings-episode-1-15-drama-korea-lengkap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 09:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gosip Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Bakat]]></category>
		<category><![CDATA[Bernama]]></category>
		<category><![CDATA[Cantik]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Gitaris]]></category>
		<category><![CDATA[Gyu]]></category>
		<category><![CDATA[Hwa Yang]]></category>
		<category><![CDATA[Jatuh Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Joon Hee]]></category>
		<category><![CDATA[Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kuat]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Dong Gun]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahir]]></category>
		<category><![CDATA[Park Shin Hye]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[Perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Putri]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=0143d7c025b115982e66e76c5a6c8a44</guid>
		<description><![CDATA[Drama Korea Heartstrings adalah Drama yang di bintangi oleh Park Shin Hye dan Jung Yong Hwa dan drama ini tayang di B Channel – Mulai 21 Februari 2012 – Setiap Senin-Jumat pukul 15.00 WIB yang bercerita tentang Lee Shin (Jung Yong Hwa) yang adalah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://3.bp.blogspot.com/--z74tAHmgvY/Tjol32P03DI/AAAAAAAABJU/mXTkcf5FY6U/s1600/OST_Heartstring_Part4.jpg" alt="Sinopsis Heartstrings Episode 1-15 Drama Korea Lengkap" style="float:left;margin:0px;cursor: pointer;" width="295"><b>Drama Korea Heartstrings</b> adalah Drama yang di bintangi oleh <b>Park Shin Hye</b> dan <b>Jung Yong Hwa</b> dan drama ini tayang di B Channel – Mulai 21 Februari 2012 – Setiap Senin-Jumat pukul 15.00 WIB yang bercerita tentang Lee Shin (Jung Yong Hwa) yang adalah seorang mahasiswa musik yang mengambil jurusan musik barat. Dia juga dikenal sebagai vokalis dan gitaris band The Stupid.<br /><br />Meski tampan, Lee Shin dikenal memiliki sifat sombong. Orang melihatnya sebagai sosok berhati dingin, walau sebenarnya ia memiliki sisi lembut.<br /><br />Lee Shin memiliki ketertarikan yang kuat dalam bermusik. Hal-hal yang di luar musik tak begitu dipedulikannya. Dia juga tak terlalu memikirkan masa depannya.<br /><br />Mulanya, Lee Shin jatuh cinta pada Jung Yoon Soo (So Yi Hyun), profesor tari di universitas tempatnya belajar. Namun perasaan ini goyah setelah Lee Shin bertemu Lee Gyu Won (Park Shin Hye).<br /><br /><center><img src="http://4.bp.blogspot.com/-v6Gd3THD9eY/TiUYaacLZfI/AAAAAAAAAnw/by-JzgnGxXA/s1600/Falling-in-Love-1.jpg" alt="Sinopsis Heartstrings  Episode 1-15 Drama Korea Lengkap" width="500"></center><br /><br />Gyu Won, mahasiswi cantik dari keluarga berada yang mempelajari musik tradisional Korea. Lee Dong Gun, kakek Gyu Won adalah salah satu dari 3 besar musisi tradisional terbaik di jamannya. Harapan sang kakek, Gyu Won mengikuti jejaknya yaitu mahir membawakan alat musik tradisional.<br /><br />Ingin mewujudkan impian kakeknya, Gyu Won bersungguh-sungguh belajar dan berlatih, sampai tak terlalu peduli hal-hal di luar studinya. Suatu hari, Gyu Won diajak teman-temannya nonton konser The Stupid. Saat melihat performance Lee Shin, Gyu Won langsung tertarik pada pria itu.<br /><br /><center><img src="http://1.bp.blogspot.com/-l8Jh7_zj_pE/TwvXLvos0CI/AAAAAAAAAMw/QUufZsieM8k/s500/4_heartstrings_bts.jpg" alt="Sinopsis Heartstrings  Episode 1-15 Drama Korea Lengkap" width="500"></center><br /><br />Yeo Joon Hee (Kang Min Hyuk), drumer The Stupid, jatuh cinta pada seorang mahasiswi bernama Han Hee Jo (Woo Ri), putri salah seorang petinggi universitas. Ibu Han Hee Jo yang ambisius, merasa bakat Gyu Won bisa mengalahkan putrinya. Ibu Han Hee Jo bersama Tae Joon, pengurus kampus, berencana menghancurkan Gyu Won agar Gyu Won tidak mengalahkan Han Hee Jo dalam sebuah festival musik.<br /><br /><b><a href="http://iphototv.blogspot.com/2012/02/sinopsis-lengkap-heartstrings-drama.html" >Sinopsis Lengkap Heartstrings Drama Korea Episode 1-15</a></b> kamu bisa baca di link tersebut.<div class="blogger-post-footer">Kunjungi 
lainnya di <a href="http://gosipboo.blogspot.com">Gosip Artis Terbaru</a> 
di http://gosipboo.blogspot.com<img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6465829891542253619-8410214540758238188?l=gosipboo.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/sinopsis-heartstrings-episode-1-15-drama-korea-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>Sinopsis The Thorn Bird Episode 1-20 Lengkap</title>
		<link>http://abgsexy.com/sinopsis-the-thorn-bird-episode-1-20-lengkap/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/sinopsis-the-thorn-bird-episode-1-20-lengkap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 08:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gosip Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Aktris]]></category>
		<category><![CDATA[Artis Terkenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bernama]]></category>
		<category><![CDATA[Cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[Eun Yang]]></category>
		<category><![CDATA[Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[Han Hye Jin]]></category>
		<category><![CDATA[Jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[Jung Eun]]></category>
		<category><![CDATA[Konglomerat]]></category>
		<category><![CDATA[Melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[Panti Asuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh Waktu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pewaris]]></category>
		<category><![CDATA[Pria]]></category>
		<category><![CDATA[Produser]]></category>
		<category><![CDATA[Seorang Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<category><![CDATA[Thorn Bird]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita Muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=1d9c1d6a04647b9b5ac2b70273c4315f</guid>
		<description><![CDATA[Gosipboo : Sinopsis Lengkap The Thorn Bird Episode 1-20 Drama Korea - Thorn Bird adalah sebuah judul drama yang menceritakan tentang kehidupan dua wanita muda yang memiliki sifat bertolak belakang maupun cara dalam mendapatkan keinginannya. Dibintangi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<b>Gosipboo : Sinopsis Lengkap The Thorn Bird Episode 1-20 Drama Korea </b>- Thorn Bird adalah sebuah judul drama yang menceritakan tentang kehidupan dua wanita muda yang memiliki sifat bertolak belakang maupun cara dalam mendapatkan keinginannya. <br /><br />Dibintangi oleh aktris Korea Han Hye-jin dan Kim Min-jung serta aktor Joo Sang-wook dan Seo Do-young.Kisahnya dimulai dengan tokoh Seo Jung-eun (Han Hye-jin), seorang wanita muda cantik yang dibesarkan di panti asuhan sehingga kenyang dengan pengalaman hidup yang keras. Namun pengalaman tersebut tidak membuat Seo Jeung-eun menjadi wanita yang merasa getir atas kehidupan, namun menjadikannya sebagai wanita yang polos dan pemberani.<br /><br />Jung-eun bercita-cita menjadi artis terkenal sehingga bekerja sebagai artis paruh waktu sembari mencari ibu kandungnya yang telah meninggalkannya sejak lahir. Di sisi lain, teman Jung-eun yang bernama Han Yoo-kyung (Kim Min-jung) sangat berbeda dengan Jung-eun karena memiliki sifat temperamental dan sangat ambisius.<br /><br /><center><img src="http://4.bp.blogspot.com/-dgikLCmhQ7E/TWSVomzLdFI/AAAAAAAAAmc/htN68dKJxpY/s1600/Thorn-Birds01.jpg" alt="Sinopsis The Thorn Bird Episode 1-20 Lengkap" width="500"></center><br /><br />Yoo-kyung sedang berjuang menjadi sutradara film dan bertemu dengan seorang produser bernama Lee Young-jo (Joo Sang-wook). Jung-eun pun bertemu Young-jo bahkan mereka menjadi sahabat dekat lantaran memiliki kesamaan, yaitu tumbuh tanpa kehadiran ibunya. Kedekatan Jung-eun dan Young-jo itu membuat cemburu Han Yoo-kung.<br /><br />Begitu tahu Young-jo adalah pewaris konglomerat, Yoo-kyung menggoda pria tersebut sehingga ia menjadi hamil. Namun setelah Young-jo tidak lagi menginginkan warisan keluarganya, Yoo-kyung dengan dingin membuang pria tersebut dari hidupnya. Ketika hendak melahirkan bayinya, Yoo-kyung malah mendaftarkan diri di RS dengan nama Jung-eun. Tidak hanya itu, Yoo-kyung pun meninggalkan bayinya tersebut.<br /><br />Akankah Jung-eun menemukan ibu kandungnya dan juga jawaban mengapa ia ditinggalkan begitu saja? Apa yang akan terjadi pada bayi Yoo-kyung kemudian?<br /><br />Bagaimana dengan Young-jo yang ditinggalkan Yoo-kyung itu?<br /><br /><b><a href="http://iphototv.blogspot.com/2012/02/sinopsis-lengkap-thorn-bird-episode-1.html" >Sinopsis Lengkap Thorn Bird Episode 1-20</a></b> Drama Korea dapat anda baca di link tersebut.<div class="blogger-post-footer">Kunjungi 
lainnya di <a href="http://gosipboo.blogspot.com">Gosip Artis Terbaru</a> 
di http://gosipboo.blogspot.com<img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6465829891542253619-5150924491912555648?l=gosipboo.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/sinopsis-the-thorn-bird-episode-1-20-lengkap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>[Sinopsis TW-Drama] Skip Beat Episode 6</title>
		<link>http://abgsexy.com/sinopsis-tw-drama-skip-beat-episode-6/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/sinopsis-tw-drama-skip-beat-episode-6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Bisa]]></category>
		<category><![CDATA[Boneka]]></category>
		<category><![CDATA[Dapat]]></category>
		<category><![CDATA[Duduk]]></category>
		<category><![CDATA[Jika]]></category>
		<category><![CDATA[Kalau]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[Kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Lian Yang]]></category>
		<category><![CDATA[Liu Li]]></category>
		<category><![CDATA[Luo]]></category>
		<category><![CDATA[Marah]]></category>
		<category><![CDATA[Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[Perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[Qin]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Shang]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=3b5890caa82b02131d680d74dbd4023a</guid>
		<description><![CDATA[&#160;Sinopsis Skip Beat Episode 6Preview . .Du  Jin menjelaskan kepada Liu Li Er kenapa Lian bisa serius berakting  dengan Gong Xi. Karena walaupun kakinya sakit Gong Xi tetap serius  berakting tanpa orang menyadari kalau kaki Gong Xi sedang sakit.Sut...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;">&nbsp;Sinopsis Skip Beat Episode 6</span></div><span style="font-size: 100%;">Preview . .</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Du  Jin menjelaskan kepada Liu Li Er kenapa Lian bisa serius berakting  dengan Gong Xi. Karena walaupun kakinya sakit Gong Xi tetap serius  berakting tanpa orang menyadari kalau kaki Gong Xi sedang sakit.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Sutradara  mengatakan cut tetapi Gong Xi terus duduk tidak mau bangun karena dalam  upacara minum teh jika tamu belum pulang maka tidak boleh bangun dan  dengan segera sutradara menyuruh Lian untuk berakting pulang lalu  setelah itu Gong Xi jatuh pingsan.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Liu Li Er merasa terpacu melihat keseriusan Gong Xi dan akhirnya meminta sutradara untuk memberikannya kesempatan sekali lagi.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi mendapat nilai 100 dari Liu Li Er tetapi Liu Li Er masih gengsi  mengakui kalau Gong Xi punya bakat dalam akting. Gong Xi sangat senang  mendapat poin 100.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Setelah  pulang dari rumah sakit, Gong Xi dipapah Lian menuju ke hotel untuk  istirahat. Du Jin merasa heran melihat Lian yang seperti itu karena  selama menjadi manager Lian, Du Jin sama sekali tidak pernah melihat  Lian perhatian dengan wanita.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Nan Qin belum bisa terima bahwa dirinya </span><span style="font-size: 100%;">masuk</span><span style="font-size: 100%;"> dalam Love Me Section tetapi Gong Xi tetap memaksa dan akhirnya Nan Qin memakai seragam pink Love Me Section.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Tuan  Luo Li memperhatikan Gong Xi dari CCTV. Tuan Luo Li meminta Gong Xi  untuk dapat membantu Marie melawan traumanya. Marie merasa gara-gara  dirinya, ibunya meninggal dan merasa kalau ayahnya membencinya.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: center;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat1.jpg" style="color: #0000ee; display: block; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></div><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;">Round 6</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: center;"><br /><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat2.jpg" style="color: #0000ee; display: block; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi lemas karena sama sekali belum dapat memikirkan dialog yang ada dan  melakukan yang lain untuk menjernihkan fikiran dengan menyiksa boneka  untuk sebagai pelampiasan. Nan Qin marah dan menyuruh membuang boneka  Shang. Gong Xi mengatakan belum tau cara mengekspresikan dialog yang  ada. Nan Qin pun menyesali karena Gong Xi mudah terprovokasi Marie. Gong  Xi menyangkal karena merasa karakternya terlalu rumit.</span><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Nan  Qin tidak perduli karena asalkan Gong Xi tidak menghancurkan reputasi  Love Me Section. Gong Xi senang sekali karena Nan Qin peduli pada Love  Me Section dan meminta Nan Qin membantunya. Nan Qin secara tidak  langsung membantu Gong Xi dengan cara memberikan pemahaman bahwa skrip  itu seperti kitab bagi artis yang tidak bisa dipertandingkan. Seorang  artis hanya berakting sesuai dengan skrip. Gong Xi mendapat pencerahan  setelah mendengar penjelasan Nan Qin. Gong Xi pun memeluk Nan Qin tetapi  Nan Qin tetap diam dengan cool.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: center;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat3.jpg" style="color: #0000ee; display: block; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi pun masuk ke ruangan. Marie langsung mendekati Gong Xi dan memberi  semangat serta menenangkan Gong Xi karena ucapan para artis LME lainnya  yang merendahkan Love Me Section. Nan Qin juga secara samar memberi  semangat dengan ancaman jangan sampai Gong Xi menghancurkan reputasi  Love Me Section.</span></div><div style="text-align: center;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat4.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px;" width="320" /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong Xi mulai berakting. Lawan main Gong Xi berakting sesuai dengan skrip yang ada dan penuh penghayatan.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat5.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div><span style="font-size: 100%;">Ternyata skrip yang dimainkan mirip dengan kejadian yang menimpa Marie yaitu gara-gara Marie, ibunya meninggal.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat6.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div><span style="font-size: 100%;">Marie  langsung teringat kejadian ketika ibunya meninggal karena menghadiri  ulang tahunnya karena pesawat yang ditumpangi terjatuh dan mendengar  kalau ayah dan kerabat sendiri menyalahkan dirinya atas kematian ibunya.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat7.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Akting  terus berlanjut. Nan Qin memperhatikan skrip dengan seksama. Gong Xi  mulai berakting mengikuti skrip juga tetapi dengan nada yang berbeda.  Semua merasakan walaupun dialognya sama tetapi mood dan feelnya berubah.</span><span style="font-size: 100%;"> </span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat10.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat10.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Ketika  Gong Xi mengucapkan dialog “Sebenarnya ayah sangat membencimu”, Marie  bergetar dan teringat ketika mengatakan kepada Lian kalau ayahnya tidak  menyukainya. Lian pun menenangkan Marie bahwa ayahnya pasti sangat sibuk  karena itu tidak punya waktu menemani Marie dan pasti sangat  menyesalinya. Dan ketika mempunyai waktu untuk Marie, ayah pasti tidak  tahu apa yang akan dikatakannya karena Marie dan ayahnya hanya punya  sedikit waktu bersama. Marie tetap tidak terpengaruh karena merasa Lian  sama seperti orang dewasa lainnya yang hanya mengatakan hal yang bagus  kepada anak-anak.</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat11.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat11.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Maria  mengatakan kepada Tuan Luo Li bahwa dia menangis karena melihat akting  Gong Xi yang sangat bagus tetapi Tuan Luo Li sangat mengerti apa yang  dirasakan Marie</span><span style="font-size: 100%;">.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span><br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat12.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 16px;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat12.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Lanjut  ke akting Gong Xi. Ternyata lawan main Gong Xi terpengaruh dan  mengikuti akting Gong Xi. Dan ternyata dialognya sudah tertukar yang  seharusnya diucapkan lawan mainnya tetapi diucapkan oleh Gong Xi.</span></div><div style="text-align: justify;"><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat13.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="82" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat13.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div><span style="font-size: 100%;">Dialog-dialog  yang diucapkan sama persis dengan apa yang terjadi pada Marie seperti  “Ayah selalu membawakan hadiah ketika ulang tahun”, “Ayah selalu  mengirimkan aku surat dari Amerika”.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat14.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat14.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div><span style="font-size: 100%;">Marie  sangat sedih mendengarnya dan perlahan menuruni tangga dan Marie  mengingat ketika ayahnya selalu mengirimkan email kepadanya setiap malam  dengan kalimat yang sama.</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><br class="Apple-interchange-newline" /><img alt="" border="0" height="246" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat15.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Tiba-tiba  Marie berteriak dan mengatakan semua tidak benar. Marie mengatakan  kalau ayahnya megirimkan email tiap malam walaupun sesibuk apapun.  Dengan ekpresi yang serius Gong Xi mengatakan kalau surat itu bisa  dicopy berulang-ulang kali lebih cepat daripada memasak mie instan.  Marie marah karena Gong Xi menyamakan ayahnya dengan mie instan karena  bagaimanapun juga ada perbedaan waktu antara Amerika dan Taiwan. Tuan  Luo Li heran melihat reaksi Marie karena Tuan Luo Li sering mengatakan  hal yang sama kepada Marie.</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat16.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat16.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi menyangkal semua kata-kata Marie dan Nan Qin sadar apa yang  dikatakan Gong Xi sesuai dengan skrip. Marie memikirkan kembali  kata-kata Gong Xi yaitu Marie selalu mengacuhkan dan tidak pernah  membalas setiap ayahnya mengirim email.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat17.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat17.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div><span style="font-size: 100%;">Marie akhirnya menyadari dan menyesal karena tidak pernah membalas email ayahnya. Gong Xi pun memeluk Marie.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><br class="Apple-interchange-newline" /><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat18.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Nan  Qin heran melihat tingkat Gong Xi yang kesenangan. Apakah kamu  merencanakan sejak awal untuk mengganti dialog antara dua saudara dalam  skrip itu tanya Nan Qin. Gong Xi mengiyakan pertanyaan Nan Qin dan  bersyurkur lawan mainnya cepat bereaksi seperti yang diinginkan Gong Xi  dan Gong Xi sangat percaya diri kalau lawannya akan mengikuti Gong Xi  selama Gong Xi mengikuti skrip yang ada. Nan Qin pun tambah heran karena  tak menyangka Gong Xi akan punya kemampuan seperti itu.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Marie  muncul dengan tiba-tiba begitu juga dengan Tuan Luo Li. Marie  menanyakan apakah Gong Xi sudah membuat lamaran dan Tuan Luo Li yang  akan membayar semua biaya. Tetapi Gong Xi tidak mau karena tidak ingin  mendengar gossip yang kurang enak lagi.</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><br class="Apple-interchange-newline" /><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat20.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi menyarankan Marie untuk mengirim surat buat ayahnya tetapi Marie  belum bisa karena tidak tahu apa yang akan dikatakan dan juga cuma tahu  sedikit tentang ayahnya. Gong Xi pun mengatakan kalau inilah saatnya  Marie dan ayahnya saling mengetahui lebih dalam lagi.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat21.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 16px;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat21.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div><span style="font-size: 100%;">Nan Qin tambah heran melihat Gong Xi seperti itu begitu juga dengan Tuan Luo Li.</span><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat22.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; font-size: 16px; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Nan  Qin mematikan lampu studio. Gong Xi mengajak Nan Qin untuk sarapan  bersama tetapi Nan Qin menolak karena Nan Qin masih menganggap Gong Xi  adalah saingannya.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">Sebelum pulang Marie mendekati Gong Xi dan ingin berbicara,&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Gong Xi, jie jie apa yang biasanya bibi bicarakan dengan ayah jie jie?” tanya Marie.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Pertanyaan yang sulit dijawab karena aku tidak punya ayah” jawab Gong Xi dengan sedih.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">Tuan Luo Li langsung menyuruh Marie untuk meminta maaf.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Maaf karena aku tidak tahu ayah Jie Jie tidak ada” kata Marie sambil membungkuk.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Tidak apa-apa” jawab Gong Xi lagi.</span><br /><div style="text-align: center;"><br /><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat23.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; font-size: 16px; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Dan  ketika Marie bertanya tentang ibu Gong Xi, Gong Xi langsung terdiam dan  tertunduk dan berusaha terlihat gembira dengan mengatakan bahwa dirinya  punya ibu. Gong Xi menyuruh Marie untuk menghubungi ayahnya dan  mengatakan kalau Marie sangat merindukan ayahnya. Marie sebenarnya ingin  sekali tetapi Marie trauma apabila ayahnya naik pesawat maka pesawatnya  bisa jatuh. Gong Xi meyakinkan Marie bahwa ayahnya pasti akan selamat  karena kecelakaan pesawat yang menimpa ibu Marie tidak ada hubungannya  dengan Marie yang ingin bertemu ibu atau ibu ingin bertemu Marie. Marie  akhirnya mengerti kemudian mencium Gong Xi.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Tuan  Luo Li meminta Gong Xi untuk memberitahu ibunya bahwa Gong Xi masuk  dalam perusahaan. Raut wajah Gong Xi langsung berubah sedih. Dengan  lemah Gong Xi mengatakan apabila tidak bisa memberitahu ibunya apakah  Gong Xi tidak dapat tetap di LME. Sepertinya Tuan Luo Li sadar kalau ibu  Gong Xi telah meninggalkan Gong Xi dan mengatakan terserah Gong Xi dan  tidak akan memaksa Gong Xi.</span><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><span style="font-size: 100%;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat24.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi duduk di tangga dan berbicara dengan Corn. Gong Xi menyemangati  dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Gong Xi senang karena Corn  sudah bisa mengurangi kesedihannya. Direktur Shen secara tiba-tiba  datang dan membuat Gong Xi terkejut sehingga Corn terlepas dari  genggaman Gong Xi. Gong Xi sangat terkejut karena menyadari Corn yang  jatuh.</span><br /><div style="text-align: center;"><br /></div><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat25.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Corn  terjatuh tepat didepan Lian. Gong Xi langsung turun mencari Corn. Lian  heran melihat Gong Xi yang begitu terburu-buru dan ribut. Gong Xi  menjelaskan bahwa batu ajaibnya terjatuh. Gong Xi dengan wajah sedih dan  memelas kembali mencari Corn. Gong Xi memberitahu direktur Shen bahwa  Corn adalah barang yang sangat berharga bagi Gong Xi karena Corn adalah  pemberian dari teman masa kecil Gong Xi dan juga Corn bisa menghilangkan  kesedihan Gong Xi.</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><br class="Apple-interchange-newline" /><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat26.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Lian  sangat terkejut mendengarnya. Melihat Gong Xi yang terus menangis, Lian  pun memberikan Corn yang ditemukan olehnya. Gong Xi sangat senang  sekali karena Lian telah menemukan Corn. Gong Xi langsung mengambil dan  memeluk Corn dan tersenyum dengan bahagia. Gong Xi sangat berterimakasih  karena Lian telah menemukan Corn.</span><span style="font-size: 100%;"> </span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Lian  sepertinya menyadari sesuatu dan untuk meyakinkan dirinya Lian bertanya  apakah Gong Xi pernah tinggal di Tai Zhong. Lian memberi penjelasan  bahwa batu itu berasal dari sana dan biasanya dijadikan souvenir. Lian  pun mengejek Gong Xi karena mudah percaya pada dongeng dan mitos  sehingga mudah tertipu. Gong Xi sangat marah ketika Lian menyindir  tentang Shang karena Gong Xi sama sekali sudah tidak sudi dikaitkan  dengan Shang lagi.</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat27.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat27.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong Xi tidak mau melayani Lian kemudian pergi tetapi langkah Gong Xi terhenti karena Lian mengejeknya berusaha melarikan diri.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat28.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat28.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div><span style="font-size: 100%;">Lian terus berbicara dan Gong Xi kembali mengingat ketika masih bahagia dan ketika disakiti oleh Shang.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat29.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat29.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div><span style="font-size: 100%;">Dengan marah Gong Xi berbalik dan menunjukkan jari tengahnya kepada Lian. Lian dan Direktur Shen sangat terkejut melihatnya.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat30.jpg" style="font-family: Georgia,serif; text-align: left;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat30.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi yang semula akan naik tangga dengan lift malah menggunakan tangga  darurat dan mengatakan dalam hati jika dirinya berada dalam jarak 5  meter maka Gong Xi akan menjadi ketimun atau mayonise yang hanya bisa  digunakan untuk sandwich (maksudnya apa y kekekeke).</span></div><div style="text-align: justify;"><div style="text-align: justify;"><br /></div><span style="font-size: 100%;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat31.jpg" style="display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px;" width="320" /></span><br /><span style="font-size: 100%;">Lian duduk termenung sendirian dan Du Jin datang mendekati.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Apa yang sedang kamu pikirkan?” tanya Du Jin.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Aku hanya sedang memikirkan sesuatu” jawab Lian.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Apa itu?”,&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Aku memikirkan tentang bagaimana orang bisa berubah banyak”.&nbsp;</span><span style="font-size: 100%;">“Siapa?” tanya Du Jin, t</span><span style="font-size: 100%;">etapi Lian tidak langsung menjawab, Lian mengingat ketika Gong Xi yang begitu gembira setelah menemukan Corn.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">“Gadis kecil itu . . “ jawab Lian dalam hati dengan mengingat Gong Xi kecil ketika dirinya memberikan Corn pada Gong Xi.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat32.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat32.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi dan Nan Qin lari pagi sebagai awal dari latihan. Setelah itu  mengikuti latihan vocal kemudian latihan drama. Guru menyuruh untuk  berpasang-pasangan. Gong Xi dan Nan Qin berpasangan. Gong Xi sangat  senang dan meminta Nan Qin untuk mengikuti apa yang akan dikatakan Gong  Xi. Tetapi Nan Qin tidak pernah mengulangi kata-kata Gong Xi seperti  ketika Gong Xi mengaatakan “Aku rasa kamu cantik”, Nan Qin menjawab “Aku  rasa kamu sangat lucu”.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat33.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div><span style="font-size: 100%;">Begitu  seterusnya sampai mereka berkelahi. Gong Xi dan Nan Qin akhirnya diskor  tidak boleh mengikuti pelajaran dengan berdiri disamping dengan posisi  berpelukan.</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat34.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat34.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Nan  Qin menyalahkan Gong Xi karena menurutnya Gong Xi mengeluarkan  kata-kata yang menjijikkan. Gong Xi minta maaf karena selama ini Gong Xi  ingin sekali seseorang mengatakan kalau mereka adalah teman dekat  kepadanya. Nan Qin masih tetap cuek mendengarnya.&nbsp;</span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat35.jpg" style="color: #0000ee; display: block; font-family: Georgia,serif; margin: 0px auto 10px; text-decoration: underline;" width="320" /></span></div><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi bercerita bahwa hanya Shang teman dekatnya diwaktu masih kecil  sehinngga membuat teman-temannya tidak suka karena Gong Xi selalu  bersama Shang. Gong Xi baru sadar kalau dulu hidupnya suram dan tidak  menyenangkan karena tidak ada teman sebagai tempat curhat. Nan Qin mulai  tersentuh dan menanyakan bocah lelaki yang bersama Gong Xi.</span><span style="font-size: 100%;"> </span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat36.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat36.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Mendengarnya,  setan-setan Gong Xi keluar dan berubah ekspresi Gong Xi. Gong Xi  mengatakan bahwa gara-gara bocah lelaki itu Gong Xi tidak punya teman  satupun. Nan Qin tiba-tiba juga merasa kedinginan dan merinding. Gong Xi  sadar kemudian kembali normal. Gong Xi mengatakan kalau ditempat  kerjanya dulu punya teman. Nan Qin heran mendengarnya. Gong Xi takut  memperlakukannya seperti teman dekat karena Gong Xi sendiri begitu  banyak menyembunyikan sesuatu dari Wan Zi.</span><br /><span style="font-size: 100%;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi memandang Nan Qin yang membuat Nan Qin jengah. Gong Xi mengatakan  kalau tidak akan menyerah untuk mendapatkan teman dan Nan Qin adalah  teman pertama wanita buat Gong Xi kemudian memeluk Nan Qin erat. Nan Qin  segera melepaskan pelukan Gong Xi tetapi Gong Xi memakai guru sebagai  alasan dan kembali berpelukan.</span><span style="font-size: 100%;"> </span><br /><div style="text-align: center;"><span style="font-size: 100%;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat37.jpg" style="font-family: Georgia,serif;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat37.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></span></div></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Nan  Qin memperingatkan Gong Xi bahwa dirinya tidak suka bercampur dengan  orang lain. Karena untuk menjadi artis yang hebat harus bertahan dalam  kesendirian, tidak bisa down untuk urusan yang tidak penting seperti  keluarga, cinta dan persahabatan. Kelas selesai dan hukumanpun selesai.  Sebelum berpisah Nan Qin tidak lupa memberi peringatan kepada Gong Xi  agar jangan coba-coba dekat dengannya. Setelah Nan Qin pergi, Gong Xi  berkata dalam hati bahwa Nan Qin tidak punya 1% emosi manusia dan Gong  Xi semakin bertekad dan tidak akan menyerah untuk menjadikan Nan Qin  sahabatnya.</span></div><div style="text-align: justify;"></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat38.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat38.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div><div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Lian  melamun di dalam kantornya sambil mengingat-ingat suatu kejadian yang  sepertinya ada masa lalu saat Gong Xi masih kecil. Di dalam ingatannya  ia melihat Gong Xi kecil sedang menangis dan dari atas tebing di  dekatnya ada malaikat bersayap dengan pakaian putih. Lalu malaikat itu  mendekati Gong Xi dan memberinya batu berwarna ungu itu. Gong Xi  menerimanya dengan senang hati. “Siapa sangka setelah bertahun-tahun aku  dapat menemuinya lagi,” kata Lian sambil tersenyum. Lalu datang Da Jun  yang memberitahu Lian kalau sudah waktunya mereka untuk pergi.</span><br /><span style="font-size: 100%;">&nbsp;</span><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat39.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat39.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Saat  mereka menuruni tangga Gong Xi sedang berjalan di dekar situ. Begitu  melihat Lian, Gong Xi langsung berbalik dan berjalan menjauh sambil  menggumamkan kepada dirinya agar jauh-jauh dari Lian. Lian sempat  menoleh namun saat Da Jun bertanya ia berkata kalau tidak ada apa-apa.  Da Jun sempat melihat Gong Xi juga namun ia hanya tersenyum.&nbsp;</span><br /><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat40.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat40.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span><br /><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat41.jpg"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat41.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"></span><br /><span style="font-size: 100%;">Tiba-tiba  datanglah Direktur Shen mengagetkan Gong Xi dari belakang. Gong Xi  berteriak kaget, Direktur Shen juga berteriak. Lalu setelah kekagetannya  mereda Gong Xi berkata kalau ia baru saja selesai latihan dan ingin  mengabari Direktur Shen. Direktur Shen mengabari Gong Xi kalau ‘Ai Wo Ba  Bu’ mendapatkan tugas baru.</span><br /><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat42.jpg"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat42.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Nan  Qin sedang minum di ruang ganti saat Gong Xi datang dan berteriak  gembira, “Qin, ada kabar gembira!” Nan Qin langsung tersedak. Ia tidak  suka dipanggil begitu oleh Gong Xi. Lalu Nan Qin bertanya kepada Gong Xi  apa kabar gembiranya. Gong XI berkata kalau mereka bisa melakukan debut  di TV.</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat43.jpg"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat43.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Ternyata  debut mereka adalah dengan menjadi penonton salah satu talk show. Nan  Qin kesal dibuatnya namun Gong Xi tampak gembira. “Pekerjaan busuk macam  apa ini? Kalau mereka membutuhkan penonton kenapa tidak mengambil  sembarang orang saja. Kenapa harus kita?” gumam Nan Qin kesal. Gong Xi berkata kalau bisa saja pekerjaan ini menjadi langkah awal debut mereka.&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">&nbsp;</span><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat44.jpg"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat44.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Lalu datanglah seorang pria yang tau kalau mereka dari LME. Dengan  bangga Gong Xi memerkenalkan diri kalau dia dari ‘Ai Wo Ba Bu’. Pria  tadi ternyata adalah produser acara tersebut. Produser itu berkata kalau  walaupun ‘Bird Rock’ sudah terkenal namun ini adalah kali pertama  mereka syuting secara live sehingga mereka tegang. Namun hari ini salah  satu anggota mereka berhalangan hadir. Nan Qin bisa menebak kalau maksud  produser itu adalah agar mereka mau menjadi penggantinya.&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat45.jpg"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat45.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Nan Qin  menyetujui tawaran tersebut dan berkata kalau tugas ‘Ai Wo Ba Bu’ adalah  menolong mereka yang membutuhkan mereka. Gong Xi sangat kagum kepada  keberanian Nan Qin menerima tawaran pekerjaan itu. Apalagi saat produser  berkata kalau akan mengontrak Nan Qin secara permanen kalau kerjanya  bagus. Gong Xi langsung memeluknya.</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat45.jpg"><br /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat46.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat46.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Namun  ternyata yang akan melakukan syuting adalah Gong Xi. Ia syuting dengan  menggunakan kostum ayam yang menjadi mascot acara ‘Bird Rock’. Nan Qin  berkata kalau ia ingin menjadi artis nomor satu karena itu ia tidak  mungkin mengerjakan pekerjaan seperti itu. Gong Xi sangat tegang karena  pekerjaan itu adalah pekerjaan live. Nan Qin berkata kalau pekerjaan  Gong Xi hanya sebagai mascot karena itu ia hanya cukup berperan imut  saja. Saat syuting akan berlangsung Gong Xi sangat tegang sehingga Nan  Qin harus menariknya.</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat47.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat47.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi yang berada di atas panggung dan mengenakan kostum ayam sangat kagum  akan kelihaian pembaca acara ‘Bird Rock’. Ia langsung merasa menjadi  ayam seutuhnya. Gong Xi sangat senang. Ia sudah membayangkan kalau ke  depannya karirnya akan lurus dan bagus kalau ia bisa menjadi Bawk Bawk  Chicken (Mascot acara Bird Rock) yang paling karismatik.&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat48.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat48.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Lalu tiba-tiba  kedua pembawa acara memanggil Bu Puo Shang yang ternyata adalah bintang  tamu acara itu. Gong Xi langsung panic. Penonton di sana semua heboh  melihat kedatangan Shang sementara Gong Xi menjadi kesal.</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat48.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><br /></a><span style="font-size: 100%;"> </span><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat49.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat49.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat50.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 16px;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat50.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Saat  break syuting ia mengelilingi belakang panggung untuk mencari apapun  yang bisa ia gunakan untuk membalas dendam kepada Shang. Awalnya ia  mengambil palu tapi lalu berganti ke tongkat base ball. Ia sudah  membayangkan membalas dendam kepada Shang. Namun ia mengurungkan niatnya  karena takut dimasak oleh fans Shang.&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat51.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat51.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Tiba-tiba datanglah salah satu  crew acara yang memberikan sekeranjang bola warna-warni kepada Gong Xi.  Bola itu berisi pertanyaan yang ingin diajukan oleh penonton kepada  Shang.&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat54.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat54.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Melihat bola-bola itu Gong Xi lalu mendapat ide. Ia izin ke kamar  mandi kepada crew acara padahal ia keluar studio dan pergi bersepeda  masih dengan mengenakan kostum ayam. Orang-orang di jalan melihat  kepadanya.</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat55.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat55.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Gong  Xi kembali ke studio beberapa saat kemudian. Crew di sana langsung  menyuruhnya naik ke panggung karena acara sudah dimulai.&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat56.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat56.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-size: 100%;">Shang bercerita  tentang awal debutnya lalu pembawa acara bertanya apakah Shang suka  menonton TV. Shang menjawab kalau ia tidak memiliki waktu untuk menonton  TV karena ia selalu bekerja dan menciptakan lagu. Gong Xi yang  mendengarnya mencibir kesal karena Shang selalu merekam animenya lalu  memutarnya ulang ratusan kali.</span></div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat57.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat57.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a><span style="font-size: 100%;"> </span></div></div><div style="text-align: justify;">Shang menonton anime ditemani Gong Xi. Shang terus berteriak lucu dan berniat menontonnya lagi. Gong Xi kaget dan bilang “lagi? Kau kan sudah menontonnya 5 kali?”. Shang tetap menekan tombol play. Gong Xi pasrah dan langsung tertidur di sofa. Shang seperti anak kecil meniru adegan dalam anime itu, saat meminta pendapat Gong Xi kalau animenya sangat lucu, tenyata Gong Xi sudah tertidur. Shang melanjutkan nontonnya.</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat58.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat58.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Kembali ke acara. Gong Xi memaki Shang dalam hati.  Gong Xi bilang image yang sudah shang jaga selama ini akan hancur seperti telur. Gong Xi lalu  tertawa evil dan bilang agar Shang menikmati saja semuanya karena hari ini karirnya dalam dunia hiburan akan berakhir. </div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat59.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat59.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;">Pembawa acara menyebutkan kalau acara selanjutnya yaitu memilih telur yang berisi pertanyaan. Shang memilih telur ungu. (lha???? Kenapa aku inget si purple egg yah wkwkwkwk). MC memuji pilihan Shang bagus yaitu telur ungu. MC lalu membacakan pertanyaan yang ada dalam telur “kami dengar kalau nama asli Bu Pou Shang sangat unik”. Shang terkejut dengan pertanyaan itu, sementara Gong Xi tertawa puas. Para fans Shang juga berteriak mereka tidak pernah tahu nama asli Shang dan ingin mengetahuinya. </div><div style="text-align: justify;">“apa itu? Mengapa ada orang yang mengajukan pertanyaan seperti itu. Nama asliku adalah rahasia. aku juga tidak memberitahu sembarang orang dalam perusahaan. Bagaimana ini bisa bocor” batin Shang kesal. Sementara  Gong Xi merasa di atas angin dan tertawa puas. “ayo cepat jawab! Aku ingin mendengar kau menghancurkan gambaran dirimu sendiri dalam hati penggemarmu. Cepat beritahu mereka dengan keras dan jelas betapa lucunya namamu Kai Siong Iong!” batin Gong Xi sambil tertawa.</div><div style="text-align: justify;">Shang mengambil mic nya dan berkata “aku minta maaf, tentang nama asliku, aku tidak bisa mengungkapkannya. Itu karena ketika aku masuk dunia hiburan aku sudah memutuskan untuk menjadi manusia yang menempatkan masa lalu di belakang. Jadi jika di masa depan aku mengungkapkan nama asliku itu berarti aku akan mengakhiri identitasku sebagai Bu Pou Shang. Itu adalah hari ketika aku melangkah turun dari panggung”. Semua orang yang mendengar merasa tersentuh dengan alasan Shang. Para fans shang pun berteriak histeris mengelu-ngelukan Shang. Nan Qin yang duduk di bangku penonton mulai bosan melihat tingkah berlebihan fans Shang. Gong Xi terpuruk karena Shang berhasil lolos dari jebakan mautnya. (wkwkwk….). Nan Qin terkejut melihat Gong Xi yang terduduk di lantai sambil memukul lantai dengan kesal. Nan Qin bingung kenapa Gong Xi bisa berubah seperti itu, apa Gong Xi terlalu bersemangat?. Sementara Shang bangkit dan memberikan gaya coolnya sambil melambai-lambaikan tangannya ke penonton setelah menjawab pertanyaannya. “aku sangat hebat bisa merubah situasi genting menjadi sebuah keuntungan bagiku. Sepertinya skor popularitasku telah naik cukup banyak” batin Shang sambil tersenyum menang.</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat60.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat60.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Gong Xi bangkit dari keterpurukan “Kai Siong Iong! Kau merasa menang dan senang kan? Lebih baik kau tidak merayakannya terlalu cepat. Kau tunggu saja pertanyaan mematikan berikutnya!”.</div><div style="text-align: justify;">Shang melanjutkan dan memilih telur berikutnya. Kali ini ia memilih telur merah. MC membacakan “aku dengar Bu Po Shang suka makan pudding strawberry sejak kecil”. “hah? Pudding strawberry?” batin Shang kaget. MC melanjutkan “selain itu, Shang memiliki cara khusus memakannya. Ia dapat menghabiskan 5 puding sekali lahap”. Mc lalu bertanya apa mereka harus meminta Shang menunjukkannya pada mereka. Mc satunya lagi menimpali “ide bagus”.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat61.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat61.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Sementara sutradara acara itu bingung karena merasa tidak pernah ingat melihat pertanyaan itu saat latihan tadi. Asistennya juga bilang memang karena ia melihat pertanyaan yang cukup aneh.  Sutradara kesal dan memukul kepala asistennya dengan kertas karena seharusnya asistennya bilang sebelumnya.</div><div style="text-align: justify;">Karena Shang tidak bergeming, kedua MC berbisik dan memutuskan akan menskip pertanyaan itu karena mereka juga tidak mempersiapkan pudding strawberry.  Shang senang dan mengambil micnya untuk bilang kalau ia tidak bisa menunjukkannya.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat62.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat62.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Tetapi tiba-tiba mascot ayam menyodorkan sepiring pudding stramberry. Shang melihatnya kesal. MC bertanya apa mascot ayam menyiapkannya untuk Shang? Ayam pun mengangguk.  “ayam ini! Apa kau menaruh dendam padaku?” batin Shang menatap kesal mascot ayam. Mc lalu bilang karena pudding strawberry sudah disiapkan maka ia mengundang Shang untuk menunjukkannya pada semua. Gong Xi tersenyum puas dan membayangkan Shang makan pudding waktu kecil. Gong Xi bicara dalam hati agar Shang segera melakukannya karena pemandangan pudding strawberry amat sangat menggoda, suatu kebiasaan buruk yang memalukan bagi Shang. Sementara Fans berkomentar ingin melihat Shang makan pudding sekali lahap. Mereka juga berkomentar kalau Shang sangat tampan jadi ia akan makan dengan tampan pula. (wkwkwkwk…..aneh)</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat63.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat63.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Melihat Shang yang tidak bergeming, Mc lalu memutuskan untuk membawakan minum dulu untuk Shang. Shang mencegahnya dan bilang tidak apa-apa, hanya saja ia ingin memberikan klarifikasi kalau informasi yang disiapkan itu tidak akurat. Shang minta maaf karena sejak kecil ia tidak memiliki gigi manis jadi ia belum pernah makan pudding sebelumnya. Gong Xi kesal “beraninya ia menyangkalnya!”.</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat64.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat64.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">MC meminta maaf dan mereka merasa menyesal. Shang lalu bilang untuk membalas tepukan penonton, ia punya pertunjukkan menarik dari sekedar memakan pudding. Shang lalu mengeluarkan saputangan hitan dan menutup pudding lalu berseru “Ja Hey”. Lalu hilanglah pudingnya. Semuanya bertetpuk tangan melihat pertunjukkan sulap Shang. Beda dengan Gong Xi yang kesal karena Shang menarik simpati Fans dengan permainan sulapnya itu.</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat65.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat65.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Shang lalu menatap mascot ayam tajam. Gong Xi langsung mundur dan bertanya-tanya apa Shang sedang mencurigainya. Shang lalu berusaha membuka kepala ayam. Gong Xi berusaha melepaskan diri. Semua orang bingung dan bertanya apa yang dilakukan Shang. Shang lalu bilang kalau ini sangat lucu, ia ingin bermain-main dengan mascot ayam. Kedua MC ketakutan melihat pertempuran mereka. Sutradara bingung karena ini acara live dan memberikan isyarat kepada MC. MC lalu bilang ini adalah kejutan yang dibawa Shang dalam acara ini yang dinamakan Bu Po Shang VS Bawk Bawk Chicken. Shang terus berusaha membuka identitas Gong Xi dan merasa seharusnya ayam itu adalah orang yang ia kenal.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">&nbsp;<a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat66.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat66.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;">Gong Xi terus berusaha melepaskan diri, ia tidak mau identitasnya diketahui apalagi di acara seperti itu. Shang penasaran apa sosok di balik kostum ayam itu wanita atau laki-laki. Saat tarik-tarikan Shang Gong Xi terjatuh menimpa Shang dan Shang tetap berusaha menarik kepala kostum ayam sambil bilang kalau dia berharap orang didalam kostum itu seorang gadis yang seksi dan panas. Gong Xi kesal dan terus menekan Shang. Namun Shang bilang tapi sayang ia bukan tipe idealnya. Shang tidak sengaja memegang dada Gong Xi dan membuat Gong Xi langsung berdiri dan menjauh.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat67.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat67.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Shang merasa bersalah dan meminta maaf, ia kira orang dalam kostum itu laki-laki. Shang pikir wanita yang memakai kostum boneka menggelikan ini pasti tidak seksi. Gong Xi yang mendengarnya kesal dan berteriak ingin membunuh Shang dan mulai mencekik Shang. Shang bilang keayam kalau begini, ia benar-benar akan membunuhnya.  Sutradara yang melihatnya segera memberi kode agar menyelesaikan semuanya. MC yang berdiri ketakutan lalu mulai berinisiatif dan bilang kalau suasana saat ini sangat kritis dan mulai menekati keduanya. MC bertindak seolah hakim dan mulai menghitung 1,2,3. Dan pemenangnya adalah Bird Rock kita. Gong Xi melepaskan Shang, sementara Shang batuk-batuk berusaha mengambil nafas.</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat68.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat68.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Penonton yang melihat merasa iri dengan ayam itu dan ingin juga bermain-main dengan Shang.</div><div style="text-align: justify;">Nan Qin yang melihatnya kesal “apa yang dipikirkannya? Dia memiliki keberanian untuk melakukan hal yang memalukan”.</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat68.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><br /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat69.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat69.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Sementara MC berusaha mengelu-elukan ayam kalau dialah yang terbaik. Lalu mereka meminta jeda iklan. (wkwkkwk…. Kacau nih acara).</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat70.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="320" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat70.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;">Gong Xi dikurung dengan label hewan ganas. Gong Xi merasa ia dirugikan, ini tidak adil. Sutradara datang dan Gong Xi tanya kenapa ia dikurung. Sutradara marah “kau masih berani tanya? Setelah menghancurkan alur pertunjukanku?”. Gong Xi membela diri kalau bukan dia yang mulai, ia korban juga. Sutradara bilang apa Gong Xi tidak malu mengaku sebagai korban setelah mengakibatkan semua kekacauan ini. Gong kembali membela diri kalau Bu Po Shang yang mulai. Sutradara tambah marah “kau masih berani menyebut Bu Po Shang? Dia adalah tamu khusus. Sementara kau? Kau mencekiknya, bergumul di lantai bahkan menindihnya”. Gong Xi beralasan karena Shang ingin mencopot kepala kostumnya. Sutradara marah dan menyuruh Gong Xi tidak usah mengarang cerita, karena Gong Xi menukar pertanyaan dan mengacaukan alur pertunjukan. Sebagai permintaan maaf, Shang akan dibuatkan mini konser gratis yang akan disiarkan. Sutradara juga meminta Gong Xi jangan menunjukkan lagi wajahnya di studio Tv lagi. Sutradara lalu meninggalkan Gong Xi yang makin terpuruk.</div><div style="text-align: justify;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat71.jpg" style="font-family: Georgia,serif; font-size: 100%; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"><img alt="" border="0" height="164" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/Skipbeat/Skipbeat%20Episode%206/SkipBeat71.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="320" /></a> </div><div style="text-align: justify;">Gong Xi kesal karena ini tidak adil. Ia terkurung sementara Shang akan mendapatkan mini konser yang akan disiarkan. Jika bukan karena Shang ia pasti akan memerankan tokoh ayam dengan baik. “Kenapa semuanya jadi begini “ ratap Gong Xi.</div><div style="text-align: justify;">&nbsp;-TBC-</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Writter By Aida Rf, Aiichan Rf, Iis Rf <a href="http://www.pelangidrama.net/">@Pelangidrama</a></div><div style="text-align: justify;">Picture by Tha Rf <a href="http://www.pelangidrama.net/">@Pelangidrama</a></div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5071923018739955061-4320567894796407614?l=www.pelangidrama.net' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/sinopsis-tw-drama-skip-beat-episode-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Polisi Ganteng Polteng Saeful Bahri Yang Heboh di Twitter</title>
		<link>http://abgsexy.com/foto-polisi-ganteng-polteng-saeful-bahri-yang-heboh-di-twitter/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/foto-polisi-ganteng-polteng-saeful-bahri-yang-heboh-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 19:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gosip Panas]]></category>
		<category><![CDATA[Acara]]></category>
		<category><![CDATA[Aja]]></category>
		<category><![CDATA[Asli]]></category>
		<category><![CDATA[Bahri]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bernama]]></category>
		<category><![CDATA[Cuma]]></category>
		<category><![CDATA[Dua]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[Ganteng]]></category>
		<category><![CDATA[Hanya]]></category>
		<category><![CDATA[Heboh]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Nama Saya]]></category>
		<category><![CDATA[Perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Saja]]></category>
		<category><![CDATA[Siapa]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Variasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=642faccb882422cbb60de252b0cc8d27</guid>
		<description><![CDATA[Polisi ganteng (polteng) yang heboh di dunia maya yang disebut-sebut bernama Fachrie ternyata memiliki nama asli Bripda Saeful Bahri (21). Ia mengaku foto yang beredar di internet itu saat dirinya tengah mengamankan perayaan Cap Go Meh beberapa waktu l...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://3.bp.blogspot.com/-qpz7sAMygKQ/T0N7Xg0LoPI/AAAAAAAAHi4/K8J9Wgna3E0/s280/polteng_saeful_bahri_1.JPG" alt="gambar polisi ganteng" style="float:left;margin:0px;cursor: pointer;" width="300">Polisi ganteng (polteng) yang heboh di dunia maya yang disebut-sebut bernama Fachrie ternyata memiliki nama asli <b>Bripda Saeful Bahri</b> (21). Ia mengaku foto yang beredar di internet itu saat dirinya tengah mengamankan perayaan Cap Go Meh beberapa waktu lalu.<br /><br />"Nama saya Saeful Bahri. Itu nama asli," ujar Bahri saat ditemui di Mapolrestabes Bandung Jalan Merdeka, Selasa (21/2/2012).<br /><br />Namun, saat foto tersebut diambil badge namanya terhalang aksesoris seragamnya sehingga hanya terbaca bagian belakang namanya saja.<br /><br />"Itu fotonya pas saya pakai seragam yang satunya. Lagi pakai nama variasi, ditulisnya Bachrie. Yang kelihatannya cuma bagian rie-nya aja, makanya disangka <b>Fachrie</b> mungkin. Tapi nama asli saya Bahri saja," kata polisi berpangkat Bripda (Brigadir Dua) itu.<br /><br />Ia menuturkan, foto yang beredar di internet itu diambil saat ia melakukan pengamanan dalam acara Festival Cap Go Meh di Jalan Cibadak Bandung.<br /><br /><center><img src="http://2.bp.blogspot.com/-XLa7BJEGqFI/T0MRIuw6-cI/AAAAAAAANNk/cHO_5hsdeUY/s1600/fachrie.jpg" alt="Foto Polisi Ganteng Polteng Saeful Bahri Yang Heboh di Twitter " width="500"></center><br /><br />"Iya, foto itu foto saya sewaktu jaga acara Cap Go Meh," tuturnya.<br /><br />Namun ia mengaku tak tahu siapa orang yang mengambil fotonya itu. "Saya enggak tau siapa yang foto. Itu aja enggak sadar," katanya.<div class="blogger-post-footer">Kunjungi 
lainnya di <a href="http://gosipboo.blogspot.com">Gosip Artis Terbaru</a> 
di http://gosipboo.blogspot.com<img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6465829891542253619-2342812513566911750?l=gosipboo.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/foto-polisi-ganteng-polteng-saeful-bahri-yang-heboh-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>[Sinopsis K-Drama] History of The Salaryman Episode 9</title>
		<link>http://abgsexy.com/sinopsis-k-drama-history-of-the-salaryman-episode-9/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/sinopsis-k-drama-history-of-the-salaryman-episode-9/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 07:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Bang Ke]]></category>
		<category><![CDATA[Bang Yang]]></category>
		<category><![CDATA[Cucu]]></category>
		<category><![CDATA[Employee Of The Month]]></category>
		<category><![CDATA[Episode 9]]></category>
		<category><![CDATA[Incheon]]></category>
		<category><![CDATA[Jang]]></category>
		<category><![CDATA[Kalian]]></category>
		<category><![CDATA[Kembali Ke]]></category>
		<category><![CDATA[Menang]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Percaya Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Puji]]></category>
		<category><![CDATA[Ryang]]></category>
		<category><![CDATA[Sapu]]></category>
		<category><![CDATA[Seru]]></category>
		<category><![CDATA[Siapa]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<category><![CDATA[Tertawa]]></category>
		<category><![CDATA[Tiba]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=256ef6926fe1e29f062f2e724260fcaf</guid>
		<description><![CDATA[[Salaryman Episode 9]Yeo Chi memberontak meminta dilepaskan saat anak buah Peng Wol membawanya. Tiba-tiba datang pahlawan kita, siapakah dia?“Apa yang kalian lakukan ?”seru Yoo Bang yang tiba-tiba datang membawa sapu. Yeo Chi pun senang dengan keda...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;"><div style="text-align: center;"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode924.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode924.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>[Salaryman Episode 9]</div>Yeo Chi memberontak meminta dilepaskan saat anak buah Peng Wol membawanya. Tiba-tiba datang pahlawan kita, siapakah dia?<br />“Apa yang kalian lakukan ?”seru Yoo Bang yang tiba-tiba datang membawa sapu. Yeo Chi pun senang dengan kedatangan Yoo Bang.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode9.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode9.jpg" height="155" border="0" width="400" /></a></div>Di Chu Ha group, Beom Jeung dan Jang Ryang mendapat wawancara. Si pewawancara bertanya tim mana menurut mereka yang akan menang?.<br />“Siapa yang jadi pemenang bukan masalah. Intinya adalah saling menghormati proses penyelesaian project”jawab Jang Ryang.<br />“Pada akhirnya, pengabdian kepada perusahaan adalah diatas segalanya. Siapapun itu, kita harus memberikan applause kepada pemenangnya”balas Beom Jeung.<br />Si pewawancara memuji keakraban Jang Ryang dan Beom Jeung padahal masa kerja mereka sama.<br />“Ya, terkadang kami saling bergantung satu sama lain”ucap Jang Ryang.<br />“Dia rekan yang baik”puji Beom Jeung lalu keduanya tertawa lepas..<br />Si pewawancara bertanya pada Jang Ryang, yang anggotanya timnya sedikit.<br />“Apa mungkin itu pilihan terbaik dari yang terbaik ?”jawab Jang Ryang santai.  “Oh, "Employee of the month",  Yoo Bang ada dalam tim ku. Sekarang dia mungkin hampir selesai merestrukturisasi pabrik di Incheon”jawab Jang Ryang penuh percaya diri.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode916.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode916.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Dan kita kembali ke pahlawan, dan ternyata Yoo Bang tak berhasil menolong Yeo Chi ia malah ikut diikat bersama Yeo Chi hahaha.<br />“Siapa sangka kita bertemu di sini, huh? Kau senang bertemu denganku ?”tanya Peng Wol, ternyata Peng Wol sudah pernah bertemu Yoo Bang, orang yang ejek Yoo Bang di penjara.<br />“Kau! Kau telah berbuat kesalahan. Aku adalah...”potong Yeo Chi namun segera dipotong Peng Wol.<br />“Cucu Presiden Jin Shi Hwang, bukan ?”jawab Peng Wol santai. “Apakah kau belajar memaki dari kakekmu ?”.<br />“Kau pikir setelah ini aku akan diam saja ?”seru Yeo Chi. Peng Wol malah menyuruh anak buahnya membawa Yeo Chi dan Yoo Bang ke Seoul. “Jangan seperti penjahat lainnya yang kau bawa, akhirnya tercebur ke laut”pesan Peng Wol lalu melangkah pergi.<br />“Ada takdir apa antara kau dan si botak itu ?’tanya Yeo Chi pada Yoo Bang.<br />“Ini karena mantan bossnya mati gara-gara ambeien”jawab Yoo Bang. “Lalu kau sendiri dan si botak itu<br />ada urusan apa ?”tanyanya.<br />“Tidak perlu tahu! Kau tak tahu kalau kita ini musuhan ?”hardik Yeo Chi.<br />“Ya ampun. Karena siapa, aku sekarang ini di sini ?”balas Yoo Bang. Terjadilah percekcokan antara Yoo Bang dan Yeo Chi padahal mobil mereka di derek anak buah Peng Wol untuk dibawa ke Seoul. Apa nggak pusing ya itu Yeo Chi dan Yoo Bang jalan mundur gitu, jadi ingat dulu mobil pregio juga di derek keluar tol pas mau pergi ke Purwakarta, di derek sampai bengkel, sampai mual-mual di dalam mobil huehehe.<br />Bun Kwae yang melihat nasib Yoo Bang hanya bisa berkata, “Tolol ! Gak bisa apa-apa tapi mau turut campur ?”.<br /><br />Kembali ke wawancara di Chun Ha group. Beom Jeung tak kalah sengit ia pun memuji Hang Woo.<br />“Bicara tentang Choi Hang Woo, tentu saja kemampuannya tak terbantahkan. Sekarang dia sedang bekerja, untuk kontrak distribusi Chun Ha”ungkapnya.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode917.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode917.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode918.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode918.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Hang Woo melihat Woo Hee yang dilecehkan atasannya.<br />“Apa yang kau lakukan disini ?”tanya Hang Woo, Woo Hee lega ia pun ingin menjelaskannya namun segera dipotong Hang Woo.<br />“Aku tidak tertarik dengan urusanmu dan aku tidak mau tahu. Tapi tolong kalian berdua bisa mengontrol<br />diri selama berada dalam kantor”jelas Hang Woo sinis lalu pergi yang disusul atasan Woo Hee. Tentu saja hal tersebut membuat Woo Hee syok.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode91.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode91.jpg" height="212" border="0" width="400" /></a></div>Selesai wawancara Beom Jeung dan Jang Ryang dimohon berfoto bersama, keduanya nampak sok akrab dan tak terjadi apa-apa padahal mah keduanya saling ejek.<br />“Kotoran kuda. Apa ? Tidak tertarik posisi Wakil Presiden ?”ejek Beom Jeung.<br />“Kotoran sapi. Kau lupa kalau yang kalah harus mengundurkan diri ?”balas Jang Ryang.<br />Lalu keduanya berpose tersenyum lebar layaknya bersahabat, tak jauh dari mereka Mo Ga Bi memperhatikan keduanya tersenyum penuh arti.<br /><br />Hang Woo pergi diantar asistennya.<br />“Apakah kau melihat Cha Woo Hee ? Data itu... Aku yakin itu milik Woo Hee”ujar asisten Hang Woo, tapi Hang Woo malah meremas-remas kertas selebaran mengenai kanker usus dan membuangnya. Asistennya bertanya apa yang terjadi namun Hang Woo mengatakan tidak ada apa-apa.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode919.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode919.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Bun Kwae dan Yoo Bang di dalam bis menuju pabrik dan di dalam bi situ ternyata juga ada Han Shin, tentu saja atas suruhan Hang Woo.<br />“Menurutmu kita bisa mengalahkan tim Hang Woo ?”tanya Bun Kwae pada Yoo Bang. “Jangan pernah berpikir kalah”jawab Yoo Bang.<br />“Aku merasa deg degan. Mengurangi jumlah pekerja sebanyak 50%”.<br />“Kalau bukan kita yang memenggal, kita yang dipenggal”tandas Yoo Bang. “Kau tahu itu ? Kita sudah sampai. Kuatkan hatimu”. Bun Kwae terkejut ternyata bus mereka di lempari telur  oleh pekerja yang sedang demo ckckckc.<br />“Ya ampun. Mereka sudah frustasi. Nasib pabrik ini... Sekali tiup, lenyap”ujar Yoo Bang.<br />Semuanya.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode920.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode920.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Yoo Bang masuk ke dalam pabrik, ia pun meminta perhatian sebentar untuk menyampaikan amanat dari kantor pusat dibantu Bun Kwae para pekerja pun berhenti sebentar.<br />“Aku sekarang berdiri di sini membawa berita penting”ungkap Yoo Bang namun segera dipotong oleh kepala pabrik yang berada di ruang kontrol, para pekerja pun melanjutkan aktivitasnya, Yoo Bang dan kepala pabrik saling menatap tajam. Yoo Bang terus menyerocos  menjelaskan keputusan kantor pusat. Kepala pabrik malah menyuruh Han Shin yang saat ini menyamar sebagai salah satu pegawai dengan nama Tulga untuk mempercepat jalannya conveyor mesin, hingga suara Yoo Bang tak terdengar. Conveyor semakin berjalan cepat perkataan Yoo Bang makin tak di dengar dan digubris hingga ia hampir kehabisan suara. Bun Kwae mendatangi Yoo Bang dan mengatakan bahwa mereka tak mendengar sedikit pun.<br />“Apa ? Aku sudah berteriak sampai mau muntah darah, masih tak terdengar ?”gerutu Yoo Bang kesal. Bun Kwae pun mengatakaan mungkin penyebab mereka tak mendengar karena conveyor berjalan dengan cepat. Akhirnya Yoo Bang memutuskan menemui kepala pabrik bersama Bun Kwae.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode921.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode921.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode922.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode922.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Yoo Bang menemui kepala pabrik di ruang kontrol, ia langsung to the point meminta conveyor di hentikan sebentar. Kepala pabrik tak mau karena mereka sedang mengejar waktu. Yoo Bangmeminta waktu 5 menit saja, namun kepala pabrik keukeuh tak mau menghentinkan conveyor, itulah peraturannya. Han Shin yang berada di ruang kontrol menyembunyikan wajahnya.<br />“Lalu kau akan puas kalau ban berjalan itu berhenti selamanya ?”seru Yoo Bang. “Kalau defisit pabrik tetap kau biarkan, kantor pusat akan menutup pabrik ini”.<br />“Kalau kau mengganggu kami terus, tak ada jalan lain, aku harus mengusirmu”jawab kepala pabrik keukeuh,  Yoo Bang pun meninggalkan ruangan kontrol diikuti Bun Kwae lalu menyuruh Han Shin meningkat kecepatan conveyor kembali dan menyalakan musik keras-keras . Usaha Yoo Bang dan Bun Kwae dengan pengeras suara pun sia-sia karena suara musik yang keras dan conveyor semakin cepat, kasian ahjusi :LOL.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode92.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode92.jpg" height="113" border="0" width="400" /></a></div>Saat para buruh pabrik sedang makan, kesempatan itu dimanfaatkan Yoo Bang untuk membagikan formulir persetujuan.<br />“Semuanya, mohon lihat formulir persetujuan yang kubagikan”pinta Bun Kwae.<br />“Keadaan pabrik saat itu sedang parah. Kantor pusat telah memutuskan restrukturisasi, untuk menyelamatkan pabrik. Kalau kalian bersedia mengisi form pengunduran diri. Kalian akan mendapat pesangon plus 3 bulan gaji”jelas Yoo Bang. Kepala pabrik diikuti beberapa anak buahnya menyobek-nyobek form persetujuan yang mereka terima.  “Perusahaan memberikan niat baik kepada kalian. Kalian akan terima, bukan ?”tanya Yoo Bang.<br />“ Niat baik ? Menahan orang mencari nafkah kalian bilang niat baik ?”jawab kepala pabrik.<br />“Kalian sadar tidak, kalau kalian sewaktu waktu bisa berhenti kerja tanpa diberi uang satu sen pun ?”<br />“Apakah kau pikir kau bisa bertahan di sini tanpa diusir ?”balas kepala pabrik.<br />“Kalau aku tak bisa menjalankan tugasku ini, akupun bisa dipecat. Periuk nasiku pun terancam !<br />Jadi prioritasku adalah menyelamatkan perusahaan”cerocos Yoo Bang.<br />“Siapa bilang dengan melakukan PHK, perusahaan bisa tetap bertahan ?”tanya kepala pabrik.<br />“Ini akan menekan biaya pekerja. Kau harus memotong sesuatu untuk menahan defisit”jawab Yoo Bang. Kepala pabrik balas bertanya pada Yoo Bang jika masih defisit juga apakah Yoo Bang akan mem-PHK sisa pekerja?. Yoo Bang malah balik bertanya lagi, apakah kepala pabrik punya usul menyelamatkan pabrik selain melakukan PHK?.<br />“Itu tugas para Manajemen yang bergaji besar di Kantor Pusat !!”jawab kepala pabrik. “PHK bukanlah Manajemen”, lalu kepala pabrik meninggalkan kantin diikuti beberapa anak buahnya.<br /><br />Sementara itu Hang Woo ditemani Beom Jeung menemui Peng Wol di kantornya. Hang Woo memperkenalkan diri dari Chun Ha group dan menyerahkan kartu namanya pada Peng Wol.<br />“Ada misteri apa ini sehingga sebuah korporasi besar mencariku ?”tanya Peng Wol. Beom Jeung mengajak mengobrol sambil minum Peng Wol, walaupun sempat ragu akhirnya Peng Wol menyetujui.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode93.jpg"></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode923.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode923.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Akhirnya pihak Chun Ha group yang diwakili Hang Woo dan Beom Jeung berbicara dengan peng Wol di sebuah restoran sushi.<br />“Rasanya kemarin, seseorang mengaku sebagai cucu pemilik Chun Ha Group datang”ungkap Peng Wol, lalu mencoba mengingat nama Yeo Chi.<br />“Namanya, Baek Yeo Chi...”tanya Beom Jeung yang diiyakan Peng Wol.<br />“Dia bukan cucu presiden Jin Shi Hwang, kan ?”tanya Peng Wol namun diiyakan Beom Jeung doenk.<br />“Si burung kakatua itu ?”tanya Peng Wol tak percaya, lalu tertawa dan si burung kakaktua datang huehehe.<br />“Apa ? Dia bersama kamu ?”tanya Peng Wol. “Jangan pedulikan dia”jawab Hang Woo.<br />“Aku cari kemana-mana kenapa makan di sini ?. Bau amis tahu !”gerutu Yeo Chi.<br />“Tentu saja makan sashimi di restoran Sushi. Memangnya di sini mau makan mie ?”jawab Peng Wol enteng. Yeo Chi langsung menyuruh Peng Wol diam, anak buah siap bertindak, namun Peng Wol menenangkannya.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode93.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode93.jpg" height="135" border="0" width="400" /></a></div>“Kau sudah berbuat kesalahan padaku kemarin, kan ?”ancam Yeo Chi, Beom Jeung mencoba menenangkan Yeo Chi. Peng Wol menebak Yeo  Chi setim dengan Hang Woo dan Beom Jeung lalu bertanya ada apa mereka mencarinya.<br />“Ya, Chun Ha Group sedang ada project besar”jawab Beom Jeung.<br />“Aku peringatkan kau. Kalau ini masalah biaya penawaran perusahaan China, lebih baik diam saja!”potong Peng Wol.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode94.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode94.jpg" height="110" border="0" width="400" /></a></div>Hang Woo mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Peng Wol mengobrol sambil minum, karena Peng Wol menyukai minuman.<br />“Jadi kalian sudah melakukan riset terhadapku”tebak Peng Wol.<br />“Mengenal lawan bicara adalah prisip dasar komunikasi”jawab Hang Woo enteng. Lalu Peng Wol menyuruh anak buahnya menyiapkan 3 gelar bir dan soju namun Yeo Chi tak terima.<br />“Kenapa 3 ? Orang lain punya mulut, masa aku tidak ?!”potong Yeo Chi. “Jangan gelas. Tapi mangkuk mie. Empat !”. Beom Jeung menenangkan Peng Wol dengan mengatakan bahwa Yeo Chi belum mengerti apa-apa. Lalu Peng Wol menyuruh anak buahnya menyiapkan ambulan. Hang Woo melirik tajam ke arah Yeo Chi, namun Yeo Chi santai menanggapinya.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode925.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode925.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Anak buah Peng Wol menuangkan bir ke mangkok besar.<br />“Jangan lupa taruhannya”ujar Yeo Chi santai. “Taruhan ? Siapa yang bilang aku suka taruhan ?”tanya Peng Wol.<br />“Yang kalah harus mau memenuhi permintaan yang menang. Setuju ?”, Yeo Chi tak mengubris kata-kata Peng Wol.  Hang Woo menenangkan Peng Wol agar tak memperdulikan Yeo Chi.<br />“Katanya orang yang paling bodoh di dunia adalah orang yang suka sesumbar”tambah Beom Jeung menenangkan.<br />“Aku ini penjudi ulung. Ini acara minum paling menarik, sejak aku tak punya rambut lagi”balas Peng Wol menerima tantangan Yeo Chi. Ronde pertama dimulai mereka berempat minum soju bertanding siapa paling kuat minum memakai mangkuk mie, tempatnya segede gajah euy wkwkwk. Beom Jeung sudah KO teler, diikuti Hang Woo, Yeo Chi juga namun ia masih mampu bercicit cuit ria seperti burung beo huehehe. Yeo Chi mengabadikan momen tersebut dengan memotret Beom Jeung sebagai bukti.<br />“Baek Yeo Chi, jangan turut campur”tuding Hang Woo yang juga sudah mulai mabuk.<br />“Apa ?”, Yeo Chi tak terima.<br />“Jangan turut campur dan mengacaukan rencana !”tegas Hang Woo. “Dengar. Bukan aku yang mengacaukan rencana. Tapi kau, Direktur Choi. Kalau tak percaya diri, keluar saja”balas Yeo Chi. Lalu acara minum-minum kembali dilanjutkan. Hang Woo sudah tak kuat lagi, sudah mau muntah namun Yeo Chi segera mengajaknya berfoto sebagai bukti kekalahan Hang Woo. Peng Wol pamit pada anak buahnya ingin ke kamar kecil.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode926.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode926.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Ternyata di luar, Peng Wol mual-mual ingin  muntah. Malangnya nasib ahjusi ini, ternyata Yeo Chi mengikutinya.<br />“Ahjusi, lagi ngapain ? Kau tak hendak muntah, kan ?”tebak Yeo Chi, dan hueks Peng Wol langsung menelan apa yang mau dimuntahkan hahaha.<br />“Muntah ? Mana mungkin aku kalah sama perempuan ?”jawab Peng Wol, namun itu tidak senada dengan perut Peng Wol, ia kembali mual-mual dan ingin muntah.  Hal ini dimanfaatkan Yeo Chi untuk mengambil fotonya. Peng Wol pun muntah-muntah di pinggir laut, Yeo Chi mengangkat ponselnya yang berbunyi entah terdorong atau kehilangan keseimbangan Peng Wol jatuh ke laut hahaha. Yeo Chi  sibuk menerima telepon yang tak ada jawaban, ia pun mencari Peng Wol yang sudah tercebur ke laut :LOL.<br />Anak buah Peng Wol segera menyelamatkannya dengan membawanya ke ambulans, Beom Jeung yang teler juga diangkut dengan ambulans<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode95.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode95.jpg" height="210" border="0" width="400" /></a></div>Yeo Chi mencoba menelepon Yoo Bang, ia meminta Yoo Bang menjemputnya.<br />“Bisakah kau jemput aku ? Aku kedinginan, sakit kepala dan pusing”pinta Yeo Chi..<br />“Kau di mana dan habis minum apa ? Kalau mabuk, pulang lalu tidur. Jangan menyusahkan orang lain.<br />Bau mulutmu saja sampai di sini”jawab Yoo Bang.<br />“Hey, tapi aku hanya bisa mengandalkanmu. Kau mau aku pingsan di jalanan ?”rengek Yeo Chi.<br />“Jangan tanya aku”jawab Yoo Bang enteng, Yeo Chi pun beralasan bahwa Woo Hee juga ada di sana.<br />Mendengar nama Woo Hee, Yoo Bang langsung care.<br />“Oh tidak, dia lebih mabuk dariku. Dia sudah pingsan ! Oh tidak !”kata Yeo Chi membesar-besarkan.<br />“Hah?!”, sontak Yoo Bang kaget lalu ia menanyakan di mana Yeo Chi berada.<br />Yoo Bang menghampiri mobil Yeo Chi, dengan senang mencari-cari Woo Hee di dalam mobil namun di dalam mobil hanya ada Yeo Chi. Air muka Yoo Bang pun berubah, lalu ia mengetuk kaca mobil  Yeo Chi pun terbangun. Yeo Chi membuka pintu mobil, Yoo Bang bertanya di mana Woo Hee. Namun Yeo Chi malah menyuruh Yoo Bang karena dingin.<br />“Mana Woo Hee ?”tanya Yoo Bang lagi yang kini sudah duduk di kursi pengemudi.<br />“Woo Hee tidak ada ! Kau mau apa ?”jawab Yeo Chi santai.<br />“Ya ampun. Kau cari gara-gara lagi. Kau bisa mati kalau tidur dalam mobil”ujar Yoo Bang.<br />“Kau menyukai Cha Woo Hee?”tebak Yeo Chi. Namun Yoo Bang malah mengajak pulang.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode96.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode96.jpg" height="142" border="0" width="400" /></a></div>“Aku heran, dimana cantiknya Cha Woo Hee ?”pikir Yeo Chi. Yoo Bang menganggap Yeo Chi sudah mabuk berat jadi bicaranya ngelantur. Yeo Chi nyerocos tak jelas mengenai Woo Hee.<br />“Kalau Woo Hee tidak normal. Maka kau abnormal !”balas Yoo Bang lalu memasangkan seatbelt Yeo Chi.<br />“Woo Hee hanya punya mata cantik? Dia cantik dari ujung rambut ke ujung kaki”jelas Yoo Bang.<br />“Lalu aku bagaimana ?”tanya Yeo Chi seraya ngambek lalu senderan di kursi dan tidur.<br />“Kau ? Mana bisa aku mengatakan di depanmu...Terlalu naif...”ungkap Yoo Bang, lalu saat ia menoleh ke arah Yeo Chi ternyata Yeo Chi sudah tertidur pulas.<br />“Bicara tentang kecantikan, kau juga tiada bandinganya”ungkap Yoo Bang, Yeo Chi tersenyum puas mendengarnya, ternyata ia hanya pura-pura tidur huehehe.<br />“Tapi kau lebih cantik ketika sedang tidur”lanjut Yoo Bang, Yeo Chi pun tersenyum kecut. “Kuharap kau tidur terus seperti ini dengan mulut tertutup”, hahaha kasian Yeo Chi.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode928.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode928.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode927.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode927.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Asisten Hang Woo membelikan minuman untuk Hang Woo agar mabuknya hilang.<br />“Baek Yeo Chi. Lain kali kita taruhan makan mie. Kita lihat berapa mangkuk sanggup kau habiskan”gerutu Hang Woo kesal. Asisten Hang Woo pun memberitahukan bahwa saat ia mampir di lab riset Chun Ha, ia mendengar insiden antara Cha Woo Hee dengan atasannya, Hang Woo bertanya insiden apa itu?.<br />“Deputy Cha melaporkan Direktur Bang karena pelecehan seksual”ungkap asisten Hang Woo.<br />“Apa ?”, sontak Hang Woo kaget mendengarnya lalu ia teringat saat atasan Woo Hee mencoba mencium Woo Hee.  Lalu Hang Woo mencoba menelepon Woo Hee.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode929.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode929.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Namun ternyata Woo Hee tak mengangkatnya sampai ada 17 missed calls ckckc, Woo Hee mencoba menelepon balik namun ia teringat kata-kata Hang Woo saat ia ingin menjelaskan namun ia malah berkata bahwa Hang Woo tak tertarik  dengan urusan Woo Heed an mengira Woo Hee akan berbuat mesum.<br />“Menjijikkan. Dipikirnya aku siapa ?”gumannya setelah kembali meletakkan ponselnya. Tiba-tiba terdengar ada yang menggedor-gedor rumahnya. Woo Hee pun segera membukakan pintu ia mengira Yoo Bang yang datang tapi ternyata Hang Woo yang datang.<br />“Direktur, darimana kau...”tanya Woo Hee namun segera di potong Hang Woo.<br />“Tahu rumahmu ? Waktu kau mabuk, aku yang mengantarmu pulang. Kau sudah lupa ?”ungkap Hang Woo.<br />Woo Hee pun teringat lalu bertanya ada apa Hang Woo datang malam-malam begitu?.<br />“Mulai besok... Bekerjalah di departemenku”jawab Hang Woo.<br />“Apa ?”, Woo Hee kaget dan tak mengerti. Hang Woo malah mengambil mentimun yang dipakai Woo Hee buat masker dan memakannya hueks dan berkata,“Jangan lagi ke lab. Maksudku, bekerjalah di kantor pusat”, lalu Hang Woo melangkah pergi namun di tahan Woo Hee.<br />“Apa yang kau bicarakan ini ?”tanya Woo Hee.<br />“Jangan menarikku. Sampai saat ini aku masih marah padamu”ujar Hang Woo, Woo Hee pun melepaskan tangannya lalu Hang Woo pergi meninggalkan rumah Woo Hee.<br />“Setiap kularang menarikku, aku malah ditarik. Tapi dia tadi menarikku atau tidak, ya ?”guman Hang Woo antara sadar dan mabuk. “Kenapa dia tiba-tiba begitu ? Kemarin dia melihatku sebagai sampah”guman Woo Hee yang melihat kepergian Hang Woo. Woo Hee tersadar, “apa mungkin...Dia menyukaiku ? Tidak mungkin. Tunggu. Kalau dia tidak tertarik padaku, kenapa datang ke sini saat mabuk? Kenapa ke sini ?”pikir Woo Hee.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode97.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode97.jpg" height="187" border="0" width="400" /></a></div>Keesokannya Woo Hee datang ke kantor pusat, orang di sekitarnya memperhatikannya karena rok yang dipakai Woo Hee terlalu mini. Tiba-tiba datang Yoo Bang dan melihat Woo Hee menunggu seseorang, Woo Hee pun menghampirinya.<br />“Kalau mau bertemu aku sebaiknya telepon dulu”ujar  Yoo Bang.<br />“Bukan itu”jawab Woo Hee lalu membisikan sesuatu pada Yoo Bang. Yoo Bang pun tahu Woo Hee di sana karena Hang Woo menyuruhnya kerja di sana.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode930.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode930.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode931.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode931.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Yeo Chi menemui Hang Woo di ruangannya, Yeo Chi ingin dilibatkan dalam project tim Hang Woo, namun terlihat Hang Woo enggan sekali.<br />“Yang mengalahkan si kepala botak kemarin... Adalah aku!”ungkap Yeo Chi.<br />“Kau kan hampir mengacukan rencanaku !?”hardik Hang Woo.<br />“Kenapa sih kau ini ? Bukankah semalam kau kalah ?”, tapi Hang Woo tak percaya dan tak ingat. Yeo Chi pun mengeluarkan senjatanya, foto kekalahan Hang Woo saat mabuk dan memperlihatkannya pada Hang Woo. “Penuhi janjimu daripada kusebarkan foto ini di internet kantor. Mengerti !”ujar Yeo Chi. Hang Woo pun pergi keluar ruangan dengan kesal. “Yeo Chi. Menang !”ujar Yeo Chi senang lalu juga keluar mengikuti Hang Woo.<br /><br />Hang Woo makin kesal, saat melihat Woo Hee asyik bersama Yoo Bang, begitu pula Yeo Chi. Hang Woo bergegas pergi sebelum Woo Hee menjelaskan apa-apa, Yeo Chi pun menyuruh Yoo Bang mengikutinya.<br />“Apa aku tak salah ? Kenapa... dia membuatku bingung”guman Woo Hee bingung.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode932.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode932.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode933.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode933.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>“Kau harus bisa memisahkan, mana urusan kantor mana urusan pribadi”ungkap Yeo Chi, cemburu ni ye huehehe.<br />“Tentang apa ini ?”tanya Yoo Bang tak mengerti.<br />“Apa ini tampat kencan kalian berdua ? Aku sebenarnya ingin menendangmu”ujar Yeo Chi lalu pergi meninggalkan Yoo Bang. “Apa salahku ? Kenapa situasinya selalu begini ?”gerutu Yoo Bang tak mengerti.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode98.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode98.jpg" height="211" border="0" width="400" /></a></div>Yoo Bang ke toilet, ternyata di sana ada Hang Woo. Hang Woo mengejek Yoo Bang bahwa usahanya menyelamatkan pabrik  tak akan berhasil.<br />“Lihat saja nanti. Pabrik ? Akan kuinjak-injak sampai musnah”ejek Hang Woo.<br />“Mulai saja belum. Kupikir kau juga perlu perhatikan baik-baik !”balas Yoo Bang tak takut.<br />“Kau bicara informal kepadaku ?”<br />“Level kita kan sama. Kita kan sama-sama lulusan lab uji coba obat baru ?”tandas Yoo Bang santai. Tapi Hang Woo tak terima ia berniat menonjok Yoo Bang.<br />“Kenapa ? Kau mau memukulku ?”tantang Yoo Bang. “ Oh ya? Baiklah, kurasa kau selevel gangster. Ayo, pukul saja aku. Biar saja para pegawai lain tahu bahwa seorang direktur telah menganiaya pegawainya.<br />Ya, silakan pukul aku. Bajingan”. Hang Woo makin tak percaya dengan kekurangajaran Yoo Bang. “Kau memanggil Direkturmu bajingan ?”, namun Yoo Bang mengelak kapan ia memanggil begitu dan apa Hang Woo punya bukti.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode935.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode935.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode936.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode936.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div></div>Dan duk sebelum Hang Woo menonjok Yoo Bang duluan, Yoo Bang melayangkan kepalan tangannya dan mengenai hidung Hang Woo hingga berdarah. Tersadar dengan apa yang dilakukannya Yoo Bang beralasan ada kotoran di baju Hang Woo hahaha.<br />“Orang sepertimu mau merestrukturisasi pabrik ? Mustahil”ejek Hang Woo.<br />“Benar. Kau benar Direktur. Mustahil. Sejak awal aku harusnya ikut tim-mu. Tapi aku gagal memutuskan dengan benar...”balas Yoo Bang. “Sudah tidak kompeten... mau menjilat, pula ?”<br />“Tidak, aku serius. Apa perlu aku bersumpah ?”kata Yoo Bang meyakinkan.<br />“Orang tak kompeten sepertimu. Di masyarakat kau dianggap sampah”ejek Hang Woo lagi lalu menuding kepala Yoo Bang dan berlalu pergi.<br />“Bajingan tengik. Dia gelisah karena tak bisa memecatku”gerutu Yoo Bang. “Darimana kau bisa menilaiku kompeten atau tidak kompeten ? Darimana ? Dasar permen karet !”.<br />Tiba-tiba datang Bun Kwae mendengar permen karet ia pun minta permen karetnya hahaha.<br />“Luruskan pikiranmu. Kita tunjukkan kepadanya betapa kompetennya kita”ujar Yoo Bang penuh tekad.<br /><br />Yoo Bang mengambil alih ruang kontrol, ia semakin mempercepat lajunya conveyor hingga para pekerja kewalahan.<br /><br />Di sebuah ruangan terlihat kepala pabrik sedang mengerjakan sesuatu, tiba-tiba datang seseorang yang melapor bahwa ada masalah besar.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode99.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode99.jpg" height="122" border="0" width="400" /></a></div>Dan ternyata kepala pabrik dan orang tadi menemui Yoo Bang di ruang kontrol.<br />“Apa yang kalian lakukan ?”tanya kepala pabrik.<br />“Produktifitas rendah, jadi aku tingkatkan sedikit kecepatan produksi. Apakah aku salah ?”jawab Yoo Bang santai. Lalu kepala pabrik menyuruh orang yang bersamanya tadi mematikan mesinnya, namun orang tadi ditahan Bun Kwae.<br />“Dengar. Kau tidak boleh menghentikan mesin”ujar Yoo Bang, lalu kepala pabrik menyuruh anak buahnya membawa para pekerja.<br />“Jangan lakukan hal yang sia-sia”ungkap Yoo Bang. “Kau tahu ini apa ?”tanya Yoo Bang seraya menunjukkan beberapa lembar kertas. “Manajemen kinerja. Perintah dari kantor pusat. Perintah !<br />Para pekerja bebas untuk menandatangani formulir penguduran diri. Tapi tentang produksi ? Aku yang mengaturnya !”jelas Yoo Bang panjang lebar.<br />“Dengan begini. Kau pikir mereka semua akan bersedia ?”tannya kepala pabrik.<br />“Kau memang menyedihkan. Kalau para pekerja tidak mengundurkan diri, pabrik ini akan ditutup.<br />Kau puas pabrik ditutup dan kalian sama sekali tak dapat sepeser pun ?”cecar Yoo Bang.<br />“Yang membuat pabrik ini hancur adalah manajer payah sepertimu !”seru kepala pabrik tak kalah emosi. “Kenapa kinerja pabrik jelek ? Kalian mengambil semuanya sambil menyuruh kami bekerja keras ?”.<br />“Apapun itu, yang penting menyelamatkan masa depan ! Kau mau sukarela mengundurkan diri<br />atau tidak ?”tegas Yoo Bang. “Langkahi dulu mayatku...sebelum kau PHK-kan para pekerjaku”seru kepala pabrik lalu segera berlalu.<br />“Sepertinya dia takkan goyah”ujar Bun Kwae melihat watak kepala pabrik yang keras kepala. Yoo Bang malah menyuruh mempercepat jalannya conveyor.<br />“Barang-barangnya nanti akan hancur”kata Bun Kwae.<br />“Itu urusan dia. Kita juga harus selamat”seru Yoo Bang lalu menyuruh mempercepat laju conveyornya.<br /><br />Yoo Bang dan Bun Kwae dikejutkan dengan kondisi mobilnya yang belepotan  tepung,telur dan coretan dimana-mana. Bahkan bannya dikempesin pula ckckck. Tak jauh dari mereka terlihat Han Shin bersembunyi setelah ikut mencoret-coret mobil Yoo Bang dan Bun Kwae.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode938.jpg"></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode939.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode939.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Di rumah sakit Peng Wol nampak tak terima harus sekamar dengan Beom  Jeung ditambah buburnya tak enak. Asisten Peng Wol mengatakan karena tidak ada kosong jadi mau tak mau mereka harus sekamar.<br />Beom Jeung menanyakan siapa pemenangnya, namun Peng Wol tak menjawab ia malah mencari ayam di buburnya. Beom Jeung pun berpikir apa Peng Wol dikalahkan Yeo Chi?. Tba-tiba kedatangan Yeo Chi mengagetkan Peng Wol dan Beom Jeung.<br />“Hey, guys !”sapa Yeo Chi. “Kau ingat perjanjiannya ? Yang kalah harus patuh pada yang menang ? Kita bicara empat mata, ahjusi”ujar Yeo Chi pada Peng Wol.<br />“Kau pikir bisnis itu permainan ?”tanya Peng Wol. “Mereka menggunakan jasa amatir untuk melakukan ini ? Begitu gelapnya masa depan Chun Ha Group”.<br />“Ahjusi botak jangan begitu dong ! Janji adalah janji”seru Yeo Chi. “Cepat cari harga penawaran di perusahaan-perusahan China !”. Peng Wol malah menyuruh anak buahnya mencari orang yang sedang sial dan melemparnya ke laut ckckck.<br />“Tidak perlu mencari harga penawaran”ujar Hang Woo yang tiba-tiba datang. “Cukup perkenalkan saja kami dengan para pemimpin perusahaan China itu”.<br />“Hanya memperkenalkan kepadamu ?”tanya Peng Wol, yang diiyakan Beom Jeung.<br />“Kau akan mendapat komisi”tambah Hang Woo.<br />“Ah, ini dia yang ingin kudengar”ujar Peng Wol. “Tapi orang-orang China yang kukenal adalah ular ular berbisa. Kau punya cara untuk memenangkan tawaran distribusi mereka ?”<br />“Tentu saja”jawab Hang Woo yakin.<br /><br />Hang Woo dan Peng Wol mengantar beberapa pebisnis  kenalan Peng Wol melihat-lihat,Yeo Chi walau bingung mengikutinya juga.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode941.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode941.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode940.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode940.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Setelah itu mereka mengadakan rapat, Peng Wol bertindak sebagai  makelar.<br />“Apakah aku memanggil orang-orang sibuk ini hanya untuk diperlihatkan pusat distribusi yang jelek ini ?<br />Mereka sudah gusar”ujar Peng Wol. Hang Woo menjawabnya dalam  bahasa Chinaia meminta maaf karena telah membuat mereka gusar.<br />“Tapi kalau kalian bersedia, rencana untuk...”lanjut Hang Woo namun segera dipotong salah satu pebisnis dalam bahasa China. “Cukup. Kita akan lakukan penawaran standar distribusi”.<br />“Penawarannya bukan oleh kami. Tapi oleh kalian, itu yang kuinginkan”ujar Hang Woo dalam bahasa Korea yang diterjemahkan oleh penerjemah.<br />Lalu Hang Woo menyuruh sekretarisnya, Woo Hee membagikan selembaran informasinya, salah satu pebisnis China bertanya selembaran apa itu. Hang Woo pun menjelaskannya dan diterjemahkan  oleh penerjemah untuk para pebisnis yang datang.  Hang Woo pun mempresentasikan analisanya untuk meyakinkan para pebisnis kenalan Peng Wol.<br />“Apa syaratnya dalam penawaran relokasi teknologi ini ?”tanya salah seorang. Dan dijawab Hang Woo bahwa penawarannya kontraknya harus dengan Chun Ha, itu artinya kontrak hanya dengan satu perusahaan saja.<br />“Itu akan dicantumkan dalam kontrak distribusi. Apakah hanya satu perusahaan... atau sejumlah perusahaan. Tergantung sikap kalian. Kuberi waktu 3 hari. Datanglah jam 6 sore dengan kontraknya”ungkap Hang Woo tegas tak membiarkan para pebisnis berkutik.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode943.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode943.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode942.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode942.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Yeo Chi keluar ruangan dengan sedikit kesal.<br />“Beginilah seharusnya mengerjakan bisnis. Bisnis ini tidak bisa ditangani oleh amatir sepertimu”ejek Hang Woo.<br />“Kau yakin sekali ? Aku sama sekali belum melihat kontrak apapun”balas Yeo Chi.<br />“Mau bertaruh ? Yang kalah patuh pada yang menang ?”tantang Hang Woo.<br />“Apa ?”, Yeo Chi tak percaya.<br />“Kau suka bertaruh, kan ? Atau kau takut ?”tanya Hang Woo.<br />Yeo Chi pun menerima tantangan Hang Woo untuk menjaga harga dirinya.<br />“Aku akan memberimu pelajaran bisnis”ujar Hang Woo, yang meremehkan kemampuan Hang Woo. Tanpa mereka sadari Woo Hee melihat keakraban mereka yang sebenarnya keduanya sedang berdebat.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode910.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode910.jpg" height="147" border="0" width="400" /></a></div>Bun Kwae dan Yoo Bang melapor pada Jang Ryang bahwa rapat telah berakhir.<br />“Begitu kontraknya ditandatangani,habislah kita.Kita harus cepat selesaikan restrukturisasi”ujar Jang Ryang.<br />“Masalahnya ada di kepala pabrik. Dia tak bergeming”kata Yoo Bang. Jang Ryang menyuruh memecat kepala pabrik duluan saja, Yoo Bang mengatakan itu akan mengakibatkan kekacauan.<br />“Apa dia begitu berharga ?”tanya Jang Ryang. “Dia pakar di peralatan medis. Di masa mudanya, dia mendapat medali emas pada olimpiade teknis medis”jawab Bun Kwae. “Tidak hanya pada sesama pekerja Korea, tapi juga dengan pekerja dari luar negeri. Dia sangat dipercaya.Tapi ada hal yang aneh”.<br />“Selesai kerja di pabrik, dia tidak langsung pulang. Dia pergi ke gudang rahasia”tambah Yoo Bang.<br />“Apa maksudmu 'gudang rahasia' ? Apa yang dilakukannya di sana ?”tanya Jang Ryang.<br />“Kami tidak tahu. Penjagaannya ketat”jawab Yoo Bang.<br />“Aku mencium sesuatu. Pertama, cari tahu, apa yang dilakukannya di sana. Kau mencium bau busuk sedikit saja, tendang dia keluar pabrik”pungkas Jang Ryang.<br /><br />Mo Ga Bi nampak tak tenang menunggu data Hang Woo. Print data Hang Woo keluar ia pun tahu bahwa Hang Woo di adopsi ke Amerika di usia 12 tahun dan dibesarkan keluarga kaya Amerika ditambah ayah kandungnya Choi Jang Ryong yang juga anggota pendiri Chun Ha group tewas bunuh diri. Ga Bi menelepon seseorang dan menyuruhnya menyelidiki penyebab bunuh diri ayah Hang Woo.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode944.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode944.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Hang Woo mengajak Woo Hee makan malam, Woo Hee asyik dengan makanannya sendiri  tidak mengobrol apapun dengan Hang Woo.<br />“Aku mengajaknya makan, dan dia benar-benar hanya makan”gerutu Hang Woo. “Dengarkan aku, Deputy Cha. Kalau atasanmu melakukan sesuatu...”, belum selesai melanjutkan kata-katanya Woo Hee segera memotongnya.“Setelah project selesai. Aku akan kembali ke laboratorium”.<br />“Apa keluhanmu ?”tanya Hang Woo. “Kurasa aku tak mempunyai bakat di posisi ini”.<br />“Punya bakat atau tidak, yang menentukan adalah atasanmu”ujar Hang Woo.<br />“Kenapa kau perintahkan aku ke kantor pusat ?”tanya Woo Hee, namun Hang Woo hanya diam saja dan melahap makanannya. “Kau pasti punya alasan”lanjut Woo Hee.<br />“Kalau atasanmu memanggil, apakah harus ada alasannya ? Kerjakan pekerjaanmu. Kerja”elak Hang Woo. Tiba-tiba ponsel Woo Hee berbunyi ternyata Yoo Bang yang meneleponnya.<br />Woo Hee pun mengangkatnya, sontak mendengar nama Yoo Bang disebut Hang Woo agak gimana gitu hahaha. Woo Hee pun memutuskan menemui Yoo Bang karena letaknya tak jauh dari tempat ia makan bersama Hang Woo. Woo Hee pamit pergi, padahal Hang Woo telah menyiapkan hidangan mewah dan wine mahal ckckckc.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode945.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode945.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode946.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode946.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Woo Hee menemui Yoo Bang yang ternyata mengajaknya makan, Woo Hee pun makan dengan lahap.<br />“Tadi kau bilang sudah makan. Kenapa sekarang makanmu lahap ?”tanya Yoo Bang.<br />“Tadi aku merasa sangat tidak nyaman dan grogi. Sebenarnya, makan dengan orang yang<br />membuatmu nyaman lebih nikmat”jawab Woo Hee. Lalu Yoo Bang bertanya dengan siapa tadi Woo Hee makan.<br />“Ada deh”elak Woo Hee lalu minta dituangkan soju, Yoo Bang pun menuangkannya. Yoo Bang menawarkan supaya Woo Hee mencoba soondae, namun Woo Hee malah minta disuapi. Yoo Bang pun menyuapi Woo Hee, dan hal tersebut dilihat Hang Woo. Yoo Bang bertemu pandang dengan Hang Woo namun Hang Woo segera bersembunyi dibalik tembok. Woo Hee bertanya ada apa dengan Yoo Bang.<br />“Tidak apa-apa. Belakangan ini banyak orang yang membuatku tidak tenang. Aku sudah melihat yang tidak-tidak”ujar Yoo Bang, lalu Yoo Bang kembali menyuapi Woo Hee dan Hang Woo melihatnya dengan geram  dari kaca .<br /><br />Kepala pabrik nampak pulang terakhir, ia keluar dari gudang rahasia lalu menggemboknya. Setelah kepala pabrik pergi datang Han Shin yang  membobol masuk.<br /><br />Keesokan paginya, ruang gudang rahasia berantakan ditambah blueprint yang sedang dikerjakan kepala pabrik hilang dicuri.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode947.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode947.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode948.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode948.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Yoo Bang dan Bun Kwae mencoba menemui kepala pabrik yang dikiranya akan bekerja sama namun yang datang bukan kepala pabrik melainkan asisten kepala pabrik dan beberapa teman lainnya. Mereka pun segera mengeluarkan kayu sebagai pentungan, sontak Yoo Bang waspada dan bertanya ada apa dengan mereka. Mereka meminta Yoo Bang menyerahkaan blueprint milik kepala pabrik.<br />Yoo Bang yang tak tahu menahu mengenai itu tentu saja bingung, tak mengerti maksud mereka.<br />Yoo Bang minta dijelaskan apa blueprint tersebut, namun mereka bukannya menjawab malah menyerang Yoo Bang dan Bun Kwae dengan kayu petungan tadi. Pertarungan pun tak terelakkan, kedua kubu saling serang, lalu datang kepala pabrik menenangkan.<br />“Kalian mau jadi preman ? Apa yang akan kalian lakukan ?”seru kepala pabrik, asisten kepala pabriik beralasan mereka harus  mendapatkan kembali gambar blueprint milik mereka.<br />“Sikapmu itu...Aku mengerti situasimu. Tapi kau harus kembalikan blueprint itu”ujar kepala pabrik pada Yoo Bang tentu saja Yoo Bang tak mengerti maksud kepala pabrik.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode949.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode949.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode950.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode950.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Presdir Jin nampak menyuntikkan obatnya sendiri, hal itu terlihat sekretaris Mo  yang masuk ke ruangannya, Presdir Jin segera memasukkan obatnya. Sekretaris Mo menyerahkan jadwal meeting.<br />“Batas waktu penawaran transfer teknologi itu...Hari inikah ?”tanya presdir Jin, yang diiyakan Mo Ga Bi.<br />“Begitu kontraknya ditandatangani. Tak ada lagi yang bisa kita harapkan dari project ini”ujar presdir Jin.<br />“Kalau tim Direktur Choi menang...Siapa yang akan kau jadikan Wakil Presiden ?”selidik Mo Ga Bi.<br />Presdir  Jin nampak hati-hati menjawabnya. “Haruskah kuserahkan kepada Choi Hang Woo?”<br />“Masih terlalu dini untuk mempercayai dia”jawab sekretaris Mo.<br />“Kalau masalah kepercayaan. Beom Jeung lebih baik daripada Hang Woo”.<br />“Dan Nona Yeo Chi ? Tidak kau perhitungkan ?”tanya sekretaris Mo.<br />“Dia jauh dari mampu sekarang ini”jawab presdir Jin. Sekretaris Mo tersenyum  mendengar jawaban Presdir Jin. “Sudah 10 tahun aku melayanimu. Aku yang paling tahu bahwa kau sangat mengharapkan cucumu yang menggantikanmu”ungkap sekretaris Mo. “Kau pikir aku tidak tahu ?”.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode951.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode951.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode952.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode952.jpg" height="112" border="0" width="200" /></a></div>Hang Woo dan Beom Jeung nampak gelisah menunggu para pebisnis China datang.<br />“Ada apa ? Kenapa belum ada respon ?”keluh Beom Jeung mondar-mandir.<br />“Strategimu pasti salah”jawab Yeo Chi enteng. “Kau ingat perjanjian kita ? Kalau projectmu gagal, akuilah kalau kau gagal. Aku takkan membiarkanmu”.<br />“Bagaimana kau takkan membiarkanku ?”tantang Hang Woo.<br />“You...Fire...”jawab Yeo Chi  dan menunjuk Beom Jeung juga.<br />Lalu datang asisten Hang Woo yang menyuruh mereka keluar.<br />Ternyata banyak pebisnis China yang datang, bahkan ada tambahan perusahaan China lain yang turut serta.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode911.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode911.jpg" height="128" border="0" width="400" /></a></div>Akhirnya kepala pabrik menceritakan rahasia alat baruyang sedang ia kerjakan pada  Yoo Bang.<br />“Kalau sudah selesai, akan menjadi terobosan alat medis di seluruh dunia”ujar kepala pabrik.<br />“Dengan begitu,kita tak perlu melakukan restrukturisasi”sahut Bun Kwae.<br />“Itu rencanaku. Pabrik akan kembali untung. Dan teman-temanku yang bekerja di sini, bisa bekerja kembali dengan tenang”ungkap kepala pabrik membuka rahasianya.<br />“Kita bisa umumkan sekarang”ujar Yoo Bang. Kepala pabrik menggeleng, “Tetap saja... 'Bug' nya belum ketemu. Kalau bisa kuatasi. Baru bisa teknologinya diumumkan”.<br />“Dengan itu kau perlu blueprintnya ?”tanya Yoo Bang.<br />“Aku tak bisa menjamin berapa lama”jawab kepala pabrik.<br />“Mungkin sulit, tapi kau harus meneruskan penelitianmu ini. Kami akan mencoba menolong”ujar Yoo Bang antusias.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode912.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode912.jpg" height="216" border="0" width="400" /></a></div>Hang Woo dengan tersenyum penuh arti menemui Presdir  Jin.<br />Hang Woo memperlihatkan kontrak distribusi dengan pebisnis China. Hang Woo juga meminta ijin menggunakan fasilitas abang palace untuk menjamu para pebisnis China, Presdir Jin mengijinkannya.<br />“Jadi Jang Ryang kalah tanpa perlawanan apapun”ujar Presdir Jin.<br />“Aku akan segera merubuhkan pabrik Incheon factory”.<br />“Apa tidak terlalu cepat ?”tanya presdir Jin.<br />“Aku telah mendapatkan produk dari pabrik di Vietnam. Harga produksinya jauh lebih rendah, jadi kita akan mendapat keuntungan”ungkap Hang Woo.<br />“Kemampuanmu menangani bisnis sangat luar biasa”puji  presdir Jin.“Posisi Wakil Presiden”.<br />“Kurasa Direktur Park Beom Jeung sangat cocok disitu”jawab Hang Woo.<br />“Dan bukan kamu ?”tanya presdir Jin.<br />“Aku ingin belajar lebih banyak darimu, di posisiku saat ini”elak Hang Woo, Presdir Jin tertawa mendengarnya. “Kau,... di usiamu sekarang ini. Kau begitu hebat !”<br />“Mendengar kata-kata yang anda ucapkan, membuatku sangat bangga”. Lalu Presdir Jin menuangkan wine ke gelas Hang Woo dan bertanya mengenai Yeo Chi.<br />“Dia mengerikan”jawab Hang Woo tenang. Presdir Jin tertawa mendengar pengakuan Hang Woo.<br />“Kau benar sekali. Dia mengerikan. Tapi bagaimanapun,aku lebih kenal dia daripada siapapun. Dia punya pesona tersendiri. Bukan karena dia cucuku. Karena aku tahu terbuat dari apa orang itu”ungkap presdir Jin. “Seseorang seperti kamu...Kau akan cepat tahu bagaimana memanfaatkannya”.<br />“Apa yang kau harapkan dariku ?”tanya Hang Woo to the point.<br />“Hah?”, sontak presdir Jin terkejut mendengarnya.<br />“Maaf. Tapi tak sedikitpun aku tertarik dengan Baek Yeo Chi”.<br />“Jadi kau juga pandai membaca pikiran. Kau membaca pikiranku dengan sagat tepat”puji Presdir Jin.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode913.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode913.jpg" height="171" border="0" width="400" /></a></div>Mo Ga Bi menunggu di depan lift begitu Hang Woo akan pulang.<br />“Kau nampaknya cukup bodoh dalam memanfaatkan kebaikan hati Bapak Presiden”ujar Mo Ga Bi.<br />“Aku tahu betul bagaimana kau mengontrol Yeo Chi”balas Hang Woo. “Apa yang kau harapkan dari<br />orang-orang bodoh di dunia ini ? Wakil presiden? Tidak. Diatasnya”tebak Hang Woo.<br />“Choi Ja Ryong. Yang meninggal 26 tahun yang lalu. Ayahmu”ungkap Mo Ga Bi, skat mat buat Hang Woo huehehe. “Bukan hanya kau yang pandai memeriksa data orang lain. Kau pasti masih menyimpan dendam kepada Presiden. Kenapa kau memaksa masuk Chun Ha Group?”<br />“Katakan pada Presiden. Bahwa aku putra Choi Ja Ryong. Tidak akan merubah apa-apa”tantang Hang Woo. “Kau yakin ?”<br />“Kau sudah lama melayani dia. Kau pasti tahu jawabannya”ujar Hang Woo penuh percaya diri lalu berlalu pergi.<br /><br />Beom Jeung memastikan apakah Hang Woo akan menutup pabrik di In Cheon, Hang Woo mengiyakan karena ia telah mendapat persetujuan dari Presiden ditambah Peng Wol akan menolongnya.<br /><br />Acara pesta jamuan untuk para pebisnis China dimulai. Di lain tempat Peng Wol beserta beberapa anak buahnya bersiap-siap menuju suatu tempat.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode914.jpg"><img alt="" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode914.jpg" height="212" border="0" width="400" /></a></div>Hang Woo dengan terpaksa mengajak Yeo Chi berdansa, walau tadinya enggan Yeo Chi pun menerima uluran tangan Hang Woo. Dan Beom Jeung berdansa dengan sekretaris Mo. Woo Hee sampai ditabrak salah seorang peserta dansa karena melamun melihat Hang Woo berdansa dengan Yeo Chi. Hang Woo mengingatkan perjanjiannya dengan Yeo Chi.<br />“Jadi, kau mau apa ?”tantang Yeo Chi.<br />“Tunggu saja. Aku sedang memikirkannya”jawab Hang Woo.<br />“Tapi. Lokasi distribusi gudang...itu kan di pabrik ? Kalau kau lihat lagi, ada banyak tempat bagus lainnya”ujar Yeo Chi.<br />“Di sana ? Sudah tamat riwayatnya”jawab Hang Woo.<br />“Apa artinya itu ?”tanya Yeo Chi.<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode953.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode953.jpg" height="224" border="0" width="400" /></a></div>Dan ternyata Peng Wol dan beberapa anak buahnya membawa kayu pentungan akan menyerang pabrik Chun Ha. Peng Wol dengan alat pengeras suara memberitahukan bahwa pabrik ditutup dan menyuruh semuanya pergi meninggalkan pabrik dalam hitungan 10detik. Anak buah Peng Wol mulai menghitung.<br />Yoo Bang yang tak terima maju, “siapa yang mengirim kalian ? Hang Woo?”tebak Yoo Bang.  “Bajingan tengik. Aku takkan minggir sampai mati”. Dan pertarungan pun tak terelakkan.<br /><br />Epilog episode 9<br /><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode915.jpg"><img src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/2012/Salaryman/SL%209/SalarymanEpisode915.jpg" height="214" border="0" width="400" /></a></div>Masih ingat kan Yeo Chi pernah jadi gelandangan gara-gara kabur dari kepolisian karena dituduh sebagai pembunuh pamannya. Dan ia pernah melewati tempat pizza yang ada cameonya si dingdong dari Best Love, nah pemilik tempat jualan pizza mengusir Yeo Chi karena penampilannya yang kumuh dan Yeo Chi bilang kalau dia akan datang lagi dan membeli semuanya bahkan tempatnya, nah di akhir episode ini Yeo Chi mengajak para gelandangan makan pizza di tempat itu, sontak aja pemiliknya tak terima, eh Yeo Chi muncul bilang bahwa dia yang akan membayar semuanya dengan kartu miliknya, Yeo Chi tersenyum aneh tanya ke pemilik pizza apakah ia masih ingat dengannya huehehehe, karakter Yeo Chi makin hari makin lucu wkwkwk.<br /><br /><br /><div style="text-align: center;">Writen &amp; Image by Ari<br />Sahred by <a href="http://www.pelangidrama.net/">PelangiDrama.Net</a><br /><span style="color: rgb(255, 0, 0);">Don't Repost to Other Site</span></div></div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5071923018739955061-6431819144890032847?l=www.pelangidrama.net' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/sinopsis-k-drama-history-of-the-salaryman-episode-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sinopsis J-Drama] Suugaku♥Joshi Gakuen Lesson 4</title>
		<link>http://abgsexy.com/sinopsis-j-drama-suugaku%e2%99%a5joshi-gakuen-lesson-4/</link>
		<comments>http://abgsexy.com/sinopsis-j-drama-suugaku%e2%99%a5joshi-gakuen-lesson-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 03:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cewe Centil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Ambil]]></category>
		<category><![CDATA[Aoyama San]]></category>
		<category><![CDATA[Bohong]]></category>
		<category><![CDATA[Cecar]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Iroha]]></category>
		<category><![CDATA[Kalian]]></category>
		<category><![CDATA[Kazuki]]></category>
		<category><![CDATA[Kemana]]></category>
		<category><![CDATA[Kesal]]></category>
		<category><![CDATA[Nada]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Roti]]></category>
		<category><![CDATA[Sepele]]></category>
		<category><![CDATA[Sinopsis]]></category>
		<category><![CDATA[Tebak]]></category>
		<category><![CDATA[Tenang]]></category>
		<category><![CDATA[Terima Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Tiba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abgsexy.com/?guid=8a3cb62d60e3ea49ab65a3a8e58c20bf</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Nina battle dengan “Geng Pelahap”  untuk memperebutkan tonkotsu kali ini Nina akan melawan  grup disiplin dan etika yang dipimpin oleh Iroha Aoyama. here we go :P.Di kelas Nina frustasi dan kesal tak menemukan roti mentaiko di tasnya. Kazuk...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Setelah Nina battle dengan “Geng Pelahap”  untuk memperebutkan tonkotsu kali ini Nina akan melawan  grup disiplin dan etika yang dipimpin oleh Iroha Aoyama. here we go :P.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode4.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode4.jpg" width="400" /></a></div>Di kelas Nina frustasi dan kesal tak menemukan roti mentaiko di tasnya. Kazuki yang duduk di sebelah Nina bertanya ada apa, namun Nina malah menuduh Kazuki yang mengambil roti mentaikonya.<br />“Pesuruh! ini pasti perbuatanmu!”selidik Nina, sontak Kazuki terkejut mendengar Nina kembali mengobrak-abrik isi tasnya.<br />“Roti mentaikonya hilang, aku sudah cari kemana-mana!”. “Kamu yang ambil, kan?!?”tanya Nina.<br />“Bukan aku yang ambil!”jawab Kazuki. Tentu saja Nina tak mempercayainya,”bohong!!!”.<br />“Ekspresi muka mu tadi bilang "Ah itu terlihat enak"!”cecar Nina.<br />“Tidak mungkin. Bukan aku yang ambil!”bantah Kazuki lagi.<br />“Kamu tahu kan kalau bohon kamu masuk neraka!”ancam Nina, tiba-tiba datang kelompok disiplin menyuruh mereka tenang. Pemimpin grup disiplin Iroha menghampiri Nina dan Kazuki.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode41.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode41.jpg" width="400" /></a></div>“Ada apa kalian, para murid? Suara kalian terdengar sepanjang jalan”sapa Iroha.<br />“Maaf, Aoyama-san”jawab Kazuki.<br />“Terima kasih sudah ingat dengan namaku”.  ”Tapi apa kamu tahu apa yang aku lakukan di sini?”tanya Iroha pada Kazuki.<br />“Disiplin dan etika, ya kan?”tebak Kazuki, yang diiyakan Iroha.<br />“Jadi, ada sesuatu yang perlu aku bicarakan denganmu. Kazuki-kun, potongan rambut apa itu?”<br />“Huh?”, Kazuki tak mengerti maksud Iroha.<br />“Ponimu terlalu panjang. Bagian belakang juga. Bukan potongan rambut laki-laki”terang Iroha menjelaskan rambut Kazuki yang sudah panjang. “Ini bertentangan dengan peraturan sekolah kan?”.<br />“Ah, cerewet sekali...”celetuk Nina, Kazuki segera merapikan tatanan rambutnya huehehe.<br />“Gak perlu menyinggung hal sepele seperti itu...”lanjut Nina.<br />“Apa maksudmu?”tanya Iroha. Nina menjelaskan bahwa tak aka nada yang mati walau peraturan sekolah dilanggar. “Apa kamu memang suka ikut campur?”sindir Nina.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode42.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode42.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode43.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode43.jpg" width="200" /></a></div>“Kau tidak di posisiku, kau tidak akan mengerti apa yang kupikirkan”jawab Iroha. “Terserah. Sama saja denganmu! Aku paling gak tahan dengan cewek sepertimu...”cibir Nina.<br />“Wah omonganmu seperti gak dipikir. Pasti mentaiko itu merusak otakmu”sindir Iroha. “Mentaiko dan otak? aku gak ngerti apa yang kau pikirkan”balas Nina. Iroha dan anak buahnya memakai kacamata hitam mereka, sesaat terlihat petir menyambar tanda mau hujan hahaha.<br />“Apa kamu tahu akibatnya jika menentangku?”<br />“Aku tidak takut...”jawab Nina santai, Iroha dan kroni-kroninya pergi meninggalkan ruangan kelas Nina.<br /><br />“Ini semua salahmu! Kau mengambil roti mentaiko-ku!!!”cecar Nina pada Kazuki begitu Iroha meninggalkan kelas mereka.<br />“Maaf kalau rambutku terlalu panjang!”ucap Kazuki.<br />“Memang panjang! Potong sana! Bagaimana dengan rotiku!!!”teriak Nina, Kazuki pasrah apa yang akan menimpanya ia pun menghempaskan kepalanya di atas meja.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode44.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode44.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode45.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode45.jpg" width="200" /></a></div>Kazuki berjalan dengan lemah ke sebuah bangunan tua ia melihat Sayuri.<br />“Apa yang dia lakukan di tempat seperti ini?”pikir Kazuki. “Ah sudahlah...”, lalu Kazuki mengendap-ngendap pergi, namun Sayuri mendengar suara kaki Kazuki, ia pun menoleh.<br />“Kazuki? Apa yang dia lakukan di sini?”pikir Sayu, tiba-tiba perutnya kembali terasa sakit, ia pun segera mencari toilet.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode46.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode46.jpg" width="400" /></a></div>Nina masih kesal karena tak menemukan roti mentaikonya.<br />“Satu-satunya solusi saat sedang marah adalah tidur!”seru Nina lalu ia bersiap tidur di kursi panjang, namun tiba-tiba ia teringat sesuatu.<br />“Ah aku ingat! Roti mentaiko-ku... bukan karena si pesuruh itu”ujar Nina tiba-tiba lalu ia teringat saat  makan mentaiko di kantin. Sayu datang dan mengeluh kelaparan dan tak tahan, maka Nina pun memberikan roti mentaikonya pada Sayu dan Sayu memakannya.<br />“Aku kasih ke Sayuri! Aku harus minta maaf ke pesuruh itu”ujar Nina lalu bergegas pergi.<br /><br />Sementara itu Kazuki di sebuah ruangan menuliskan di papan tulis bahwa bukan dia yang mengambil  roti mentaiko Nina. Kazuki mencoret-coret papan tulis itu untuk melepaskan kekesalannya, saat dia hjendak pergi tiba-tiba terdengar sesuatu pecah. Begitu pula Sayu yang di toilet bangunan tua, dan ternyata kaca jendela pecah.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode47.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode47.jpg" width="400" /></a></div>Akhirnya Nina kesampaian juga makan roti mentaikonya. “Mmm! Yang paling pagi dijual memang yang paling lezat!”ucap Nina.<br />“Aku penasaran apa sebenarnya yang terjadi?”ujar guru kesehatan tiba-tiba yang menghampiri Nina.<br />“Sedang ada kejadian di ruangan guru. Sebenarnya ada apa ya?”<br />“Apa ada pencuri kertas soal lagi?”tebak Nina, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan pertengkaran  3 anak kecil, dua orang temannya mengatai anak manja pada salah satu seorang. Lalu anak yang dikatai manja tadi mengejar kedua temannya yang pergi meninggalkannya, 3 orang ini yang suka muncul #nanti mereka juga akan battle dengan Nina, sedikit bocoran huehehe.<br />“Mereka... Seharusnya bukan seperti itu memperlakukan teman”ujar Nina. “Saat Nina kecil, aku sering diganggu. Tidak bisa matematika! Tidak bisa matematika!, mereka bilang”.<br />“Eh? Mengejutkan”ucap guru kesehatan.<br />“Di saat seperti itu, kakak selalu melindungiku”.<br />“Belum ada kabar tentang kakakmu?”tanya guru kesehatan. Nina menggeleng, “aku belum tahu apa-apa...”ucapnya.<br />“Begitu ya... Kalau ada sesuatu, tolong beritahu aku. Aku di sini untuk membantumu”ucap guru kesehatan.<br />“Sankyuu”. “Aku pasti akan menemukannya!”ucap Nina penuh keyakinan.<br />Tiba-tiba datang guru kelas Nina yang menyuruh Nina kembali ke kelas karena mereka akan melakukan rapat kelas. Nina segera bangkit dari duduknya.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode48.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode48.jpg" width="400" /></a></div>Pak guru memberitahukan pada murid-muridnya bahwa kemarin ada jendela yang pecah di bangunan sekolah lama dan sepertinya ada unsur kesengajaan.<br />“Kasus...”guman Shibuya Mami. Tiba-tiba salah seorang murid berkata bahwa ia melihat Kazuki berada di gedung itu  kemarin. Sontak Kazuki terkejut, murid lain juga mengatakan ia melihat Sayu di sana. Reaksi Sayu tak berbeda jauh dengan Kazuki. Berbeda dengan  Mami tentu saja ia sangat senang karena ini kasus baginya, dasar maniak kasus hahahaha. Mami segera mengambil alih sampai mendorong pak guru ckckckc.<br />“Sepertinya ini kasus yang berbeda! Aku, Shibuya Mami, akan menemukan pelakunya dengan kemampuanku”ujarnya di hadapan para murid dan seperti biasa ia mengeluarkan borgolnya dan mengucapkan yelnya. " ‘Aku akan menangkapmu!’ ". Tiba-tiba datang grup disiplin yang dipimpin Iroha, anak buah Iroha segera menyingkirkan Mami dari ruang kelas.<br />“Pak guru, biarkan aku yang mengurus ini”ucap Iroha, pak guru pun mempersilahkan Iroha mengurusnya dan pak guru  pergi meninggalkan ruangan.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode410.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode410.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode49.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode49.jpg" width="200" /></a></div>“Sekarang, aku, Aoyama Iroha dari grup disiplin dan etika, akan menemukan pelakunya”ujar Iroha.<br />“Wanita yang menyebalkan...”guman Nina. Lalu Iroha menanyakan pada Sayu dan Kazuki apa yang keduanya lakukan saat  berada di bangunan sekolah tua<br />“Aku sedang...”jawab Kazuki, namun segera terhenti.<br />“Aku tidak bisa bilang. Karena stres, aku menulis hal-hal buruk di papan tulis. Aku tidak bisa menceritakan ini. Orang lain tidak boleh tahu kalau itu tulisanku”batin Kazuki. Hal itu tak berbeda jauh dengan pikiran Sayu, ia tak mungkin bilang sakit perut gara-gara makan roti mentaiko yang dikasih Nna.<br />“Aku tidak boleh bilang kalau aku ke toilet di bangunan itu. Aku tidak bisa bilang. Aku seorang Idol! Idol gak pergi ke toilet”batin Sayu.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode412.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode412.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode411.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode411.jpg" width="200" /></a></div>“Jadi kalian tidak mau mengaku...”selidik Iroha. “Aku tahu... Kalian berdua yang melakukannya”.<br />“Itu tidak benar! Mereka berdua tidak melakukannya!”celetuk Nina. “Nina akan membantu mereka!”<br />“Terima kasih! Padahal ini semua gara-gara kamu...”batin Kazuki.<br />“Terima kasih! Tapi ini kan salah Nina-sama”batin Sayu.<br />“Kalau begitu... Kalian bersiaplah untuk ini”ujar Iroha lalu pergi meninggalkan ruangan kelas, Nina mengejarnya. Sayu dan Kazuki saling pandang.<br /><br />Nina berhasil menyusul Iroha. Iroha bertanya pada Nina, Nina tahu kan ‘ruangan dilema’, lalu berlalu pergi.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode413.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode413.jpg" width="400" /></a></div>Iroha menyerahkan sebuah kertas pada Sayu yang sepertinya di kurung di sebuah gudang.<br />“Pikirkan ini baik-baik. Jangan lama-lama dan segera bicara denganku, ya? Aku akan menunggu”pesan Iroha saat meninggalkan Sayu dalam ruangan itu sendirian.<br />“Kenapa sih dengan wanita itu?!?”gerutu Sayu kesal.<br />“Apa yang harus aku lakukan!”guman Sayu melihat kertas yang diberikan Iroha tadi.<br /><br />Guru kesehatan yang sering mengobrol dengan Nina bertanya  mengenai ‘ruangan dilema’.<br />“Singkatnya... Untuk memilih yang paling baik, apakah diri sendiri atau kelompok”jawab Nina.<br />“Aku masih belum mengerti...”<br />“Iroha sudah menjelaskan ini ke Kazuki”ucap Nina.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode415.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode415.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode414.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode414.jpg" width="200" /></a></div>Iroha menjelaskan hukuman yang akan diterima Kazuki, yaitu di skors dari sekolah dan bertanggung jawab atas semua perbuatannya.<br />“Apakah ini yang namanya neraka?”tanya Kazuki yang keadaannya tak berbeda jauh dengan Sayu.<br />Iroha lalu menjelaskan detail hukuman yang akan diterima.<br />Jika Sayu dan Kazuki tak bilang kenapa mereka ada dibangunan itu maka mereka akan diskors selama 3 hari. Tapi, kalau Kazuki bilang Sayuri yang melakukannya maka Kazuki  bebas dari tuduhan dan Sayu yang akan dihukum diskors selama 30 hari. Sebaliknya  jika Kazuki tidak melakukannya, dan Sayuri bilang Kazuki yang melakukannya Sayuri akan bebas dari tuduhan, dan Kazuki  akan diskors selama 30 hari. Dan jika  keduanya  tidak menyalahkan yang lain, maka Sayu dan Kazuki akan dihukum skors selama 15 hari.<br />“Nah jadi seperti itu. Pikirkan baik-baik”ucap Iroha lalu menyerahkan kertas yang berisi informasi detail hukuman yang akan di terima. “Hukumanmu sekarang ada ditanganmu. Semakin cepat kau mengaku,<br />semakin cepat kau keluar dari sini”pesan Iroha lalu menutup pintu ruangan tempat Kazuki berada.<br />“Apa yang harus kulakukan?”guman Kazuki.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode416.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode416.jpg" width="400" /></a></div>“Iroha mengatakan hal yang sama pada Sayuri”jelas Nina.<br />“Apakah maksudmu?”tanya guru kesehatan.<br />“ ‘Ruangan Dilema’ ini untuk menguji dan melihat apakah mereka saling menghianati satu sama lain.<br />Itulah yang Iroha mau”jelas Nina. “Kazuki memikirkan ini dengan seluruh kemampuannya”.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode417.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode417.jpg" width="400" /></a></div>Kazuki nampak frustasi keputusan apa yang akan dia ambil. “APA YANG HARUS KULAKUKAN???”gumannya kesal.<br />“Kalau aku gak bilang apa-apa dan juga bilang Sayuri gak bersalah...”pikirnya, lalu ia berpikir Sayuri akan menuduhnya.<br />“Ah sial, ini gak main-main! Aku akan di skors selama 30 hari! Tidak! AKU TIDAK MAU!!!”ujar Kazuki frustasi.<br />“Tapi kalau aku bilang Sayuri pelakunya... Aku akan bebas dari tuduhan. Paling parah mungkin kami berdua akan diskors 15 hari, kan? Ini pilihan terbaik, ya kan?”pikir Kazuki.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode418.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode418.jpg" width="400" /></a></div>Nina pun menjelaskan maksud ‘ruangan dilema’ pada guru kesehatan.<br />“Sayu akan memikirkan hal yang sama. Kalau secara matematis. Nilai rata-rata skors kalau tidak mengatakan apapun adalah 16,5 hari. Tapi kalau kau menyalahkan yang lain, nilai rata-ratanya adalah 7,5 hari. Sistem ini memberikan keuntungan bagi seseorang yang menuduh yang lain”jelas Nina.<br />“Aku mengerti...”ucap guru kesehatan mendengar penjelasan Nina.<br />“Pilihan terbaik mereka adalah tetap diam dan tidak mengatakan apapun dan diskors selama 3 hari.<br />Tapi ini hanya bisa bisa dilakukan dari kesepakatan. Mereka pasti berpikir bahwa yang lainnya akan berkhianat untuk bebas. Jadi ini tidak semudah itu. Inilah "Ruangan Dilema”jelas Nina.<br />“Benar juga...”<br />“Sebenarnya, Iroha tidak perduli siapa pelakunya. Saat dia memberikan pilihan ini, dia tahu dia akan menemukan pelaku yang sebenarnya”terang Nina. “Tapi mereka berdua...”pikir Nina, lalu ia teringat sesuatu dan bergegas pergi.<br /><br />Di ruangan dilema, Kazuki nampak bingung pilihan apa yang harus ia pilih. Ia berpikir mungkin saja Sayuri pelakunnya saat teringat ia melihat Sayu di gedung tua. Hal yang sama tak berbeda jauh dengan Sayu yang terkurung di ruangan dilema lain. Sayu juga berpikir mungkin saja pelakunya Kazuki saat ia teringat Kazuki mengendap-ngedap di gedung tua.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode419.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode419.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode420.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode420.jpg" width="200" /></a></div>“Saat seorang manusia merasa terpojok, mereka akan melakukan yang terbaik untuk dirinya sendiri.<br />Lihat saja, mereka berdua pasti akan saling menyalahkan satu sama lain”ujar Iroha pada kedua anak  buahnya. Tiba-tiba datang Nina dan langsung menantang Iroha.<br />“Menantangku?”<br />“Nina percaya... Mereka berdua mungkin sering bertengkar, tapi pertemanan mereka juga kuat!<br />Mereka tidak akan menuduh satu sama lain. Pelakunya adalah orang yang sama sekali berbeda”jelas Nina.<br />“Jadi itu menurutmu? Aku percaya manusia akan saling mengkhianati satu sama lain”sahut Iroha.<br />“Terserah, aku menantangmu! Jika mereka berdua bisa menahan diri, Nina yang menang. Jika mereka saling menuduh, kamu yang menang. Bagaimana? Yang kalah akan dihukum”tantang Nina. “Nina akan terima hukuman yang sama dengan mereka berdua”. Iroha pun menerima tantangan Nina.<br />Kedua anak buah Iroha pun siap menerima hukuman yang sama dengan Iroha jika mereka kalah.<br /><br />Di ruang dilema Kazuki nampaknya sudah tahu langkah apa yang harus dia ambil.<br />“Tentu saja, bagaimanapun juga, aku harus bilang Sayuri yang melakukannya. Tapi...”batin Kazuki, hal itu tak berbeda jauh dengan Sayu.<br />“Aku sudah memikirkan baik-baik, dan harusnya aku bilang Kazuki yang melakukannya. Tapi aku...”batin Sayu.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode421.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode421.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode422.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode422.jpg" width="200" /></a></div>Dan waktu pengumuman jawaban tiba, Iroha menyuruh Kazuki dan Sayu menunjukkan jawabannya.<br />Kazuki dan Sayu mengangkat jawaban masing-masing dihadapan teman-teman mereka dan Iroha yang berada di ruang kelas. Iroha tentu saja kaget dengan jawaban keduanya.  Karena Kazuki menjawab,”bukan aku pelakunya, tapi Sayuri juga tak bersalah”, begitu pula Sayu ia menjawab,”bukan aku pelakunya, tapi Kazuki juga tak bersalah”.<br />“Kenapa?!? Jika kau menuduh yang lain kalian bisa bebas dari tuduhan! Apakah kalian tidak apa-apa di skors?”tanya Iroha.  “Sayuri, pikirkan apa yang dia bilang tentang dirimu. Tuduh dia! Aku akan memberikan kalian berdua kesempatan lagi untuk menjawab...”<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode423.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode423.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode424.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode424.jpg" width="200" /></a></div>“Iroha, Itu namanya curang!”potong Nina. “Mereka berdua tahu bahwa mereka bukan musuh satu sama lain. Inilah jawaban sebenarnya! Ya, mereka memang sering bertengkar. Tapi, mereka juga berteman. Suatu waktu mereka berdua suka berselisih. Mereka bertengkar..Mereka menolong satu sama lain...<br />Itulah... Bagaimana seorang sahabat seharusnya”jelas Nina.<br />“Mereka berdua sama. Kamu... Sahabat sejati”ujar Nina melihat ke kedua anak buah Iroha. Iroha menoleh ke kedua anak buahnya ia teringat kata-kata anak buahnya yang juga akan menerima hukuman jika Iroha kalah.<br />“Kalian sungguh bodoh...Tapi...Terima kasih”ucap Iroha, kedua anak buah Iroha tersenyum.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode425.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode425.jpg" width="400" /></a></div>Kazuki dan Sayu berjabat tangan, mereka lega. Teman-temannya pun memberi mereka applause.<br />“Jika Sayuri di skors, aku tidak mungkin bisa mengatasi gadis-mentaiko itu sendirian”batin Kazuki mengungkapkan alasannya tak menuduh Sayuri.<br />“Aku tidak bisa menuduh dia. Saat ini, reputasiku sedikit turun...Aku harus menjaga orang yang lebih buruk agar peringkatku tidak jatuh. Jadi aku tidak menuduhmu”batin Sayu mengungkapkan kenapa ia tak menuduh Kazuki #gubrak alasan keduanya yang aneh wkwkwkw.<br />“Sungguh persahabatan yang indah!”guman Nina. Lalu salah satu anah buah Iroha bertanya jika bukan Kazuki dan sayu pelakunya, lalu siapa?<br />“Ah…Maaf! Itu... Nina!”ucap Nina. Sontak semuanya terkejut.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode426.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode426.jpg" width="400" /></a></div>Nina menjelaskan saat ia mau tidur di atap, ia teringat kalau roti mentaikonya bukan diambil Kazuki. Nina pun berpikir ia harus minta maaf pada Kazuki karena telah menuduhnya, maka ia mengambil tali tambang yang suka ia pakai untuk bertarzan ria, dan ternyata saat tali itu dilempar malah mengenai kaca dan pecah.<br />“Tidak mungkin... Bagaimana bisa kau lupa hal seperti itu?”gerutu Kazuki.<br />“Tapi itu memang Nina-sama!”puji Sayu. Dan seperti biasa Nina mengucapkan yel-yel kemenangannya.<br />“Sin! Cosin! Mentaiko!”ucapnya.<br />“Tidak bisa semudah itu! Ini tetap harus diselesaikan”potong Iroha.<br />“Aku mengerti apa yang kau rasakan...”sahut Kazuki.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode427.jpg"><img alt="" border="0" height="111" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode427.jpg" width="200" /></a><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode428.jpg"><img alt="" border="0" height="112" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode428.jpg" width="200" /></a></div>Dan saatnya tiba pemberian hukuman, Sayu datang membawa 3 buah gelas yang berisi  air, mirip ocha huehehe. Nina memberikannya pada Iroha dan Sayu memberikan yang lainnya pada dua anak buah Iroha. “Jangan lupakan apa yang kubilang sebelumnya. Kau tidak bisa semudah itu bebas”ujar Iroha pada Nina. Iroha dan kedua anak buah meminum teh hukuman mereka, mereka berteriak tak enak.<br />Dan ternyata itu adalah 1000% teh ultra-super-pahit! Ckckckc. Dan Sayu pun memberikan teh super pahit juga pada Nina. Hahaha Nina juga kepahitan meminum the tersebut.<br />Di luar kelas mereka seperti biasa seorang gadis tersenyum manis mendengar kehebohan kelas 2 A, dia akan menjadi lawan  Nina selanjutnya, siapakah dia? Yup dia adalah Airi Suzuki dari C-ute dan Buono huehehe.<br /><div style="text-align: center;"><a href="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode429.jpg"><img alt="" border="0" height="224" src="http://i1176.photobucket.com/albums/x322/rainbowfamz/DORAMA/Suugaku%20Joshi%20Gakuen/SJG%204/SuugakuJoshiGakuenEpisode429.jpg" width="400" /></a></div>Epilog lesson 4, Nina dan Sayu menjelaskan karakter kali ini dengan bergaya memakai kacamata hitam berlagak disiplin gitu hahaha. Lawan kali ini Iroha Aoyama kenapa bersikap seperti itu karena  Iroha dibesarkan oleh neneknya. Neneknya sangat disiplin sehingga Iroha pun menjadi  orang yang super disiplin.</div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5071923018739955061-7081785806845180452?l=www.pelangidrama.net' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abgsexy.com/sinopsis-j-drama-suugaku%e2%99%a5joshi-gakuen-lesson-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

